Rute Penerbangan Langsung Singapura-Tanjung Kelayang Resmi Dibuka

Konektivitas udara internasional di Pulau Belitung kini semakin terbuka lebar. Rute penerbangan reguler yang menghubungkan Singapura dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang resmi beroperasi setelah maskapai berbiaya rendah (LCC) dari grup Singapore Airlines, Scoot, mendarat perdana pada Ahad, 3 Mei 2026.

Advertisements

Kehadiran Scoot menjadi langkah strategis bagi destinasi wisata prioritas di Indonesia ini. Maskapai tersebut melayani penerbangan langsung dari Bandara Changi, Singapura, menuju Belitung sebanyak dua kali dalam sepekan. Direktur KEK Tanjung Kelayang, Daniel Alexander Napitupulu, mengungkapkan bahwa penerbangan perdana ini mencatatkan kesuksesan dengan tingkat keterisian kabin yang didominasi oleh wisatawan mancanegara asal Singapura.

Daniel menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur di Tanjung Kelayang telah memenuhi standar internasional. Hal ini terbukti dari rekam jejak kawasan tersebut yang sukses menjadi tuan rumah bagi berbagai perhelatan kelas dunia, mulai dari pertemuan tingkat menteri G20 hingga ASEAN. “Infrastruktur ekosistem pariwisatanya sudah dalam kondisi sangat siap dan berkualitas internasional,” ujar Daniel saat dihubungi melalui aplikasi perpesanan pada Ahad, 3 Mei 2026.

Saat ini, popularitas KEK Tanjung Kelayang telah merambah pasar global. Selain wisatawan domestik, kawasan ini menarik minat pelancong dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Jepang, Korea, Australia, China, Prancis, Jerman, Rusia, hingga Inggris.

Advertisements

Sektor pariwisata di KEK Tanjung Kelayang juga menjadi penggerak devisa negara yang efektif. Dibandingkan dengan sektor industri yang memiliki alur distribusi kompleks, pariwisata menawarkan proses yang lebih cepat dengan dampak ekonomi yang langsung menyentuh masyarakat luas.

Lebih jauh, pembukaan jalur penerbangan ini diharapkan menjadi katalisator bagi perekonomian lokal. Pemerintah terus mendorong kolaborasi antara pengelola KEK Tanjung Kelayang dengan komunitas setempat, seperti kegiatan Afternoon Tea bersama Komunitas Arsel serta budidaya madu bersama Komunitas Pelabo. Selain itu, terdapat pula sinergi dengan pelaku UMKM lokal seperti Batik Sepiak dan Keramik BICA untuk memperkaya pengalaman wisata para pengunjung.

Upaya ini didukung pula dengan peningkatan mutu sumber daya manusia dan kemitraan dengan penyedia jasa transportasi lokal. Di tengah dinamika geopolitik global, Daniel menyatakan bahwa sinergi antara Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan konektivitas regional ini.

“Hari ini, masa depan pariwisata sebagai daya dorong pertumbuhan ekonomi dan penyedia lapangan kerja mulai terwujud. Kembalinya penerbangan internasional ini bukan sekadar pendaratan sebuah pesawat, melainkan lepas landasnya perekonomian Belitung menuju kancah global,” ungkap Daniel.

Berdasarkan data dari Dewan Nasional KEK, Tanjung Kelayang ditetapkan sebagai KEK melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016. Kawasan ini memiliki keunggulan geostrategis yang berada di antara Indonesia dan negara-negara ASEAN, menjadikannya target captive market yang potensial. KEK yang diresmikan oleh Presiden ke-7 Joko Widodo pada 14 Maret 2019 ini juga tercatat sebagai salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia.

Pilihan Editor: Antara Defisit dan Pertumbuhan Setelah Belanja Negara Diubah

Ringkasan

Maskapai Scoot secara resmi membuka rute penerbangan langsung dari Singapura menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Belitung, mulai 3 Mei 2026. Penerbangan yang melayani rute Bandara Changi ke Belitung sebanyak dua kali sepekan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas internasional serta menarik wisatawan mancanegara ke destinasi wisata prioritas tersebut.

Keberhasilan ini didukung oleh infrastruktur pariwisata berstandar internasional yang telah teruji melalui berbagai perhelatan kelas dunia. Pemerintah berharap pembukaan jalur penerbangan ini dapat menjadi katalisator perekonomian lokal melalui sinergi dengan pelaku UMKM dan komunitas setempat, sekaligus memperkuat posisi KEK Tanjung Kelayang dalam kancah pariwisata global.

Advertisements