
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi memulai program Persiapan Keberangkatan (PK) bagi penerima beasiswa angkatan 273. Kegiatan yang diikuti oleh 206 awardee ini dilaksanakan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, mulai Senin, 4 Mei 2026, dan dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 9 Mei 2026.
Pelaksanaan pembekalan di lingkungan militer ini sempat memicu reaksi dan protes dari sejumlah penerima beasiswa. Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, M. Lukmanul Hakim, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemilihan lokasi maupun metode pelaksanaan kegiatan.
Evaluasi Berkelanjutan untuk Perbaikan Kualitas
Menurut Lukmanul, evaluasi pasca-kegiatan merupakan rutinitas yang dilakukan LPDP untuk memastikan kualitas pembekalan terus meningkat. Evaluasi ini nantinya akan mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan, materi, metode kegiatan, hingga menampung masukan langsung dari para awardee. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan desain program di masa mendatang agar lebih adaptif terhadap kebutuhan penerima beasiswa.
Terkait pemilihan lokasi, ia menjelaskan bahwa Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma bukanlah tempat yang baru bagi LPDP. Lembaga ini tercatat pernah menggunakan fasilitas yang sama untuk angkatan sebelumnya. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukanlah hal yang pertama kali dilakukan.
Keterlibatan TNI dalam Penguatan Karakter
Dalam rangkaian kegiatan ini, para awardee tidak hanya menggunakan sarana militer, tetapi juga mendapatkan pelatihan langsung dari prajurit TNI. Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, menjelaskan bahwa keterlibatan personel TNI didasarkan pada permohonan resmi dari pihak LPDP.
“Sesuai dengan surat yang ditujukan kepada pihak Lanud Halim Perdanakusuma, kami memberikan pembelajaran terkait baris-berbaris, kedisiplinan, dan penguatan karakter,” ujar Nyoman saat dikonfirmasi pada Ahad, 3 Mei 2026.
Respon dan Kekhawatiran Peserta
Meski bertujuan untuk penguatan karakter, kebijakan ini menuai keberatan dari sebagian peserta. Salah satu awardee yang tidak ingin disebutkan namanya mempertanyakan urgensi keterlibatan TNI. Selain itu, terdapat kekhawatiran terkait teknis kegiatan yang mewajibkan peserta menginap di tenda serta adanya pembatasan penggunaan ponsel, yang hanya diperbolehkan selama satu jam setiap harinya.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, M. Lukmanul Hakim menjelaskan bahwa peran personel TNI terbatas pada pendampingan kegiatan di luar ruangan. Ia pun menegaskan bahwa meskipun dilaksanakan di kawasan militer, agenda ini tidak dapat disamakan dengan pelatihan bela negara.
“Pemilihan lokasi maupun metode pelaksanaan tidak mengubah tujuan maupun isi pembekalan yang diberikan kepada penerima beasiswa,” tegas Lukmanul pada Jumat malam, 1 Mei 2026.
Tulisan ini disusun dengan kontribusi dari Dede Leni dan Dinda Shabrina.
Pilihan Editor: Fakta-fakta Penerima LPDP Wajib Ikut Pembekalan dari TNI
Ringkasan
LPDP menyelenggarakan program Persiapan Keberangkatan (PK) angkatan 273 bagi 206 penerima beasiswa di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kegiatan yang berlangsung pada 4-9 Mei 2026 ini melibatkan personel TNI untuk melatih kedisiplinan dan penguatan karakter. Meski demikian, kebijakan ini menuai keberatan dari sebagian peserta terkait teknis kegiatan, seperti kewajiban menginap di tenda dan pembatasan penggunaan ponsel.
Menanggapi protes tersebut, LPDP menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lokasi dan metode pembekalan untuk perbaikan di masa mendatang. Pihak LPDP menegaskan bahwa kolaborasi dengan TNI hanyalah bentuk pendampingan untuk kedisiplinan dan tidak mengubah substansi atau tujuan utama dari pembekalan penerima beasiswa. Evaluasi ini mencakup perencanaan, materi, serta menampung masukan langsung dari para peserta sebagai bahan penyempurnaan desain program.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia