
Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (5/5). Pertemuan ini berlangsung di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang, di mana nilai tukar rupiah tercatat melemah hingga menembus level Rp 17.425 per dolar AS. Angka tersebut menjadi salah satu titik terlemah dalam sejarah nilai tukar mata uang Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, hadir sejumlah tokoh penting yang tergabung dalam KSSK, di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari Dewi, serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu. Selain itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Juda Agung juga terlihat hadir di Istana.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kedatangannya memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto adalah untuk membahas berbagai persoalan ekonomi domestik. Meski demikian, ia memilih untuk tidak memberikan komentar mendalam terkait fluktuasi nilai tukar rupiah saat ini. Purbaya menegaskan bahwa aspek teknis yang menyangkut kebijakan nilai tukar merupakan wewenang penuh Bank Indonesia.
Walaupun demikian, Purbaya optimistis bahwa fondasi ekonomi dalam negeri yang saat ini dinilai cukup kuat akan menjadi modal penting untuk memperbaiki nilai tukar rupiah di masa mendatang. Menurutnya, dengan struktur ekonomi yang kokoh, upaya perbaikan nilai tukar tidak akan terlalu sulit dilakukan. “Dengan fondasi ekonomi yang bagus, tidak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar. Tapi itu bukan pekerjaan saya, nanti bank sentral yang menjelaskan bagaimana cara memperbaikinya,” jelas Purbaya.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi pelemahan rupiah tersebut. Saat ditemui awak media, ia memilih untuk menunda pembahasan mengenai situasi ekonomi terkini. “Nanti saja ya, tunggu,” ujar Perry singkat.
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto memanggil anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ke Istana Merdeka untuk membahas kondisi ekonomi terkini. Pertemuan ini dilakukan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.425 per dolar AS, yang tercatat sebagai salah satu titik terlemah dalam sejarah mata uang Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa perbaikan nilai tukar rupiah akan diupayakan melalui fondasi ekonomi domestik yang kuat, dengan kebijakan teknis sepenuhnya menjadi wewenang Bank Indonesia. Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo belum memberikan keterangan resmi dan memilih untuk menunda pembahasan mengenai langkah strategis terkait pelemahan rupiah tersebut.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia