Dana Stabilisasi Obligasi: Purbaya Bantu BI, Bukan Hanya APBN

JogloNesia – JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pemerintah masih dalam tahap pengkajian mendalam mengenai mekanisme pembentukan bond stabilization fund (BSF). Langkah ini diambil sebagai upaya untuk membantu Bank Indonesia (BI) dalam menstabilkan nilai tukar rupiah, dengan penekanan bahwa pendanaannya tidak akan sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Advertisements

Purbaya menjelaskan, wacana pembentukan BSF dirancang khusus untuk meredam gejolak di pasar keuangan, terutama di tengah tren pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini. Lebih lanjut, ia memastikan bahwa mekanisme ini akan dikoordinasikan secara erat dengan bank sentral.

Ia menambahkan, kerangka kerja BSF yang pernah digagas pada masa pemerintahan sebelumnya tidak hanya mengandalkan keuangan negara secara langsung. Melainkan, melibatkan berbagai entitas yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan.

: Purbaya Segera Aktifkan Bond Stabilization Fund, Cegah Asing Kabur hingga Jaga Rupiah

Advertisements

“Desain lama dari fund ini melibatkan beberapa lembaga, antara lain Kementerian Keuangan dan seluruh special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan. Mereka dapat turut membantu dalam stabilisasi harga obligasi. Ini fokus utamanya, bukan hanya dari SAL,” ujar Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (7/5/2026).

Wacana BSF kembali mencuat seiring dengan adanya tren outflow asing yang signifikan, yang turut memicu depresiasi nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp14.000 per dolar Amerika Serikat. Untuk mengantisipasi hal ini dan menarik kembali arus investasi masuk (inflow), pemerintah sebelumnya telah menempuh kebijakan menaikkan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN), yang berkonsekuensi pada peningkatan biaya utang pemerintah.

: : Titah Prabowo ke Purbaya hingga Bos BI Usai Rupiah Ambruk Dihantam Dolar AS

Purbaya memperkirakan, besaran dana yang dibutuhkan untuk BSF tidak akan terlalu besar apabila dihitung berdasarkan nilai outflow yang terjadi. Ia menegaskan kembali bahwa urgensi utama pembentukan BSF adalah untuk menjaga stabilitas harga obligasi pemerintah.

“Urgensinya hanya itu, menjaga harga obligasi kami agar tetap stabil dan tidak menimbulkan kepanikan di pasar,” tuturnya.

: : Ini Kata Purbaya Saat Asing Lari dari RI Padahal Ekonomi Tumbuh 5,61%

Meskipun nilai outflow diklaim tidak terlalu besar, Purbaya mengakui bahwa tren aksi jual oleh investor dari SBN memang memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, ia menyatakan keinginannya untuk berkontribusi dalam upaya stabilisasi rupiah bersama Bank Indonesia.

“Jadi, saya akan coba ikut berkontribusi, membantu bank sentral untuk mengendalikan, kalau bisa. Kalau tidak bisa, ya sudahlah,” ungkap Pria yang juga menjabat sebagai Ketua KSSK ini.

Saat ini, Purbaya masih enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai mekanisme pembentukan BSF yang akan diterapkan. Namun, ia memastikan bahwa pembentukan BSF kali ini tidak didorong oleh kondisi krisis.

Menurutnya, hasil rapat berkala KSSK Pertama 2026 menunjukkan bahwa stabilisasi sistem keuangan masih dalam kondisi terkendali. Ia juga menambahkan bahwa BSF akan dibentuk hanya jika benar-benar dibutuhkan.

“Stabilitas masih terjaga. Jika ada perubahan status, kami akan sampaikan kepada Presiden,” tutupnya.

Ringkasan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang mengkaji pembentukan bond stabilization fund (BSF) untuk membantu Bank Indonesia (BI) menstabilkan nilai tukar rupiah. Pendanaan BSF ini tidak akan sepenuhnya bersumber dari APBN, melainkan melibatkan berbagai entitas di bawah Kementerian Keuangan, tidak hanya mengandalkan keuangan negara secara langsung.

Pembentukan BSF bertujuan untuk meredam gejolak pasar keuangan, terutama akibat tren pelemahan rupiah dan outflow asing. Fokus utamanya adalah menjaga stabilitas harga obligasi pemerintah agar tidak menimbulkan kepanikan di pasar. Pemerintah akan berkontribusi membantu BI dalam upaya stabilisasi rupiah jika benar-benar dibutuhkan.

Advertisements