Cum Date Hari Ini, Direktur Borong Saham dengan Dividen Rp 37.696

JogloNesia Jakarta. Hari ini, Jumat 8 Mei 2026, menjadi momen krusial bagi para investor PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Tanggal tersebut ditetapkan sebagai cum dividen date untuk pembagian dividen jumbo perusahaan. Menariknya, di tengah antusiasme pasar, salah satu direktur Bank Mandiri justru melakukan aksi borong saham sebagai bentuk kepercayaan terhadap kinerja perseroan.

Advertisements

Sebagai informasi, cum dividen date merupakan batas akhir bagi investor untuk membeli saham BMRI agar tercatat sebagai penerima dividen. Agar berhak mendapatkan hak tersebut, investor wajib memiliki saham BMRI paling lambat pada tanggal ini dan mempertahankannya hingga recording date yang jatuh pada 12 Mei 2026. Adapun proses pembayaran dividen dijadwalkan akan dilakukan pada 25 Mei 2026.

Aksi korporasi menarik terjadi sehari sebelum cum dividen date, di mana Direktur Bank Mandiri, Sunarto, menambah kepemilikan sahamnya. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (7/5/2026), Sunarto membeli 800.000 unit saham BMRI di harga Rp 4.450 per saham. Investasi yang dilakukan pada 4 Mei 2026 ini menghabiskan dana sebesar Rp 3,56 miliar.

Dengan transaksi tersebut, total kepemilikan saham Sunarto di Bank Mandiri meningkat dari 1 juta unit menjadi 1,8 juta unit saham, yang setara dengan hak suara sebesar 0,0002%.

Advertisements

Lebih Dari 400 Saham Di BEI Belum Penuhi Free Float 15%, Termasuk BREN BRIS PANI HMSP

Detail Pembagian Dividen Saham BMRI

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Bank Mandiri telah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 44,47 triliun, atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp 56,3 triliun. Mengingat perseroan telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp 9,3 triliun pada Januari lalu, maka sisa dividen tunai yang akan dibagikan mencapai Rp 35,15 triliun.

Dividen per saham (DPS) BMRI kali ini tercatat sebesar Rp 476,95, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka Rp 466,18. Untuk pembayaran dividen tunai final pada 25 Mei mendatang, investor akan menerima Rp 376,96 per saham atau sekitar Rp 37.696 per lot saham.

Pada perdagangan Kamis (7/5/2026), saham BMRI ditutup di level 4.640 atau menguat 2,88%. Dengan angka tersebut, yield dividen BMRI mencapai sekitar 8,12%. Angka ini jauh melampaui bunga deposito rupiah Bank Mandiri yang berada di kisaran 2,25%-2,50% per tahun, menjadikannya pilihan investasi yang sangat kompetitif.

Selain membagikan dividen, RUPST juga menyetujui program buyback saham dengan nilai maksimal Rp 1,17 triliun yang akan berlangsung hingga 29 April 2027. Saham hasil pembelian kembali ini akan disimpan sebagai treasury stock yang dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan serta jajaran manajemen sesuai ketentuan OJK.

Berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen BMRI:

– Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 8 Mei 2026
– Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 11 Mei 2026
– Cum Dividen Pasar Tunai: 12 Mei 2026
– Ex Dividen Pasar Tunai: 13 Mei 2026
– Recording Date: 12 Mei 2026
– Payment Date: 25 Mei 2026

Kinerja Fundamental yang Solid

Keputusan pembagian dividen ini didukung oleh kinerja keuangan Bank Mandiri yang sangat solid pada kuartal I 2026. Laba bersih konsolidasi tumbuh 16,6% secara tahunan (YoY) mencapai Rp 15,4 triliun. Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatatkan Return on Equity (ROE) sebesar 22,1% dengan rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang sehat di level 19,7%.

Ekspansi kredit pun menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 17,4% YoY menjadi Rp 1.530 triliun, melampaui rata-rata industri. Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) gross yang rendah di angka 0,98%. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh kuat sebesar 21,1% YoY menjadi Rp 1.675 triliun hingga akhir Maret 2026.

Ringkasan

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menetapkan tanggal 8 Mei 2026 sebagai cum dividen date, yaitu batas akhir bagi investor untuk mendapatkan dividen tunai sebesar Rp 37.696 per lot. Di tengah antusiasme tersebut, Direktur Bank Mandiri, Sunarto, menunjukkan kepercayaannya terhadap perusahaan dengan memborong 800.000 unit saham BMRI senilai Rp 3,56 miliar. Pembayaran dividen final dijadwalkan akan dilaksanakan pada 25 Mei 2026 dengan yield dividen yang mencapai 8,12%.

Keputusan pembagian dividen ini didasari oleh kinerja fundamental perusahaan yang solid, termasuk pertumbuhan laba bersih sebesar 16,6% dan ekspansi kredit mencapai 17,4% pada kuartal pertama tahun 2026. Selain pembagian dividen, perseroan juga telah menyetujui program buyback saham senilai maksimal Rp 1,17 triliun untuk keperluan kepemilikan saham karyawan dan manajemen. Kualitas aset Bank Mandiri pun terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross yang rendah di angka 0,98%.

Advertisements