
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (8/5/2026), dengan langkah yang kurang bertenaga. Hingga pukul 09.00 WIB, indeks harus terkoreksi 17,63 poin atau sebesar 0,25%, membawanya ke level 7.162,35.
Sentimen negatif yang menyelimuti pasar domestik pagi ini tercermin dari pergerakan harga saham. Data bursa menunjukkan sebanyak 240 saham mengalami pelemahan, sementara 193 saham berhasil menguat, dan 210 saham lainnya terpantau bergerak stagnan.
Mayoritas sektor saham pun tampak memerah. Dari 11 indeks sektoral yang ada, sepuluh di antaranya terpaksa masuk ke zona merah mengikuti pelemahan indeks utama. Sektor properti menjadi yang paling tertekan dengan penurunan mencapai 0,70%, disusul oleh sektor barang konsumen siklikal sebesar 0,69%, serta sektor barang baku yang melemah 0,64%.
Meski mayoritas sektor tertekan, sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan sebesar 1,01%. Kondisi ini memberikan sedikit oase di tengah tekanan jual yang melanda pasar saham pagi ini.
IHSG Diproyeksi Terkoreksi pada Jumat (8/5), Cek Rekomendasi Saham Berikut
Adapun total volume perdagangan saham pada awal sesi perdagangan ini tercatat mencapai 2,71 miliar lembar dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 927,74 miliar.
Di jajaran indeks LQ45, terdapat beberapa emiten yang menjadi penopang atau top gainers, yaitu PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang menguat 2,21%, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 1,54%, serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang juga tumbuh 1,54%.
Sebaliknya, beberapa saham yang mencatatkan pelemahan terdalam atau top losers di kelompok LQ45 pagi ini antara lain PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang turun 2,45%, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melemah 2,44%, serta PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang terkoreksi 2,33%.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, dengan koreksi sebesar 0,25% ke level 7.162,35. Mayoritas sektor saham mengalami pelemahan, dengan sektor properti mencatatkan penurunan terdalam sebesar 0,70%, sementara sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang mencatatkan penguatan sebesar 1,01%.
Dalam kelompok LQ45, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menjadi pemberat utama sebagai top losers. Di sisi lain, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan kinerja positif sebagai top gainers di tengah tekanan pasar.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia