Rupiah Melemah ke Rp 17.388 per Dolar AS pada Jumat Siang

JAKARTA, JogloNesia – Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali menunjukkan tren negatif pada perdagangan Jumat (8/5/2026) siang. Hingga pukul 11.42 WIB, mata uang Garuda berada di level Rp 17.388 per dolar Amerika Serikat (AS), mengalami pelemahan sebesar 0,32% dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di angka Rp 17.333 per dolar AS.

Advertisements

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah pelemahan mayoritas mata uang kawasan Asia. Won Korea tercatat sebagai mata uang dengan koreksi terdalam yakni 0,84%, disusul oleh ringgit Malaysia yang melemah 0,36%. Sementara itu, rupiah, rupee India, peso Filipina, dan yuan China masing-masing mencatatkan pelemahan sebesar 0,32%, 0,32%, 0,08%, dan 0,04% terhadap dolar AS.

Di sisi lain, dolar Singapura terpantau bergerak stagnan. Meski sebagian besar mata uang Asia melemah, beberapa mata uang lain justru berhasil mencatatkan penguatan di tengah dinamika pasar siang ini.

IHSG Melemah 0,08% ke 7.168 pada Sesi I Jumat (8/5), MBMA, INCO, MDKA Top Losers LQ45

Advertisements

Beberapa mata uang yang mampu menguat terhadap dolar AS di antaranya adalah baht Thailand dengan kenaikan 0,09%, dolar Taiwan sebesar 0,07%, dolar Hong Kong 0,06%, serta yen Jepang yang naik tipis 0,02%.

Sentimen pasar global ini juga tercermin dari pergerakan indeks dolar AS. Indeks yang mencerminkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini kini berada di level 98,23, naik dari posisi sebelumnya di 98,06.

Ringkasan

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah sebesar 0,32% ke level Rp 17.388 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026 siang. Penurunan ini mencerminkan tren negatif yang juga dialami oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia, di mana won Korea tercatat mengalami koreksi terdalam sebesar 0,84%.

Kondisi pasar dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar AS yang naik ke level 98,23 dari posisi sebelumnya di 98,06. Meskipun sebagian besar mata uang Asia tertekan, beberapa mata uang lain seperti baht Thailand, dolar Taiwan, dolar Hong Kong, dan yen Jepang justru mencatatkan penguatan tipis terhadap dolar AS.

Advertisements