
JogloNesia – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membagikan dividen sebesar 55 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), diputuskan total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp 850,17 miliar dari total laba bersih perseroan sebesar Rp 1,61 triliun.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa berdasarkan keputusan RUPST, dividen per lembar saham ditetapkan sebesar Rp 56,62. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dividen tahun sebelumnya yang berada di level Rp 54,71 per lembar saham. Tren kenaikan dividen yang konsisten setiap tahunnya ini menjadikan saham dengan kode emiten BJTM tersebut semakin diminati sebagai pilihan investasi oleh masyarakat.
Jika merujuk pada harga penutupan saham di level 590 pada Selasa (5/5), indikasi dividen yield Bank Jatim mencapai 9,6 persen. Kinerja keuangan perseroan pun tercatat sangat solid dengan total aset mencapai Rp 168,85 triliun atau tumbuh sebesar 42,93 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), diiringi peningkatan laba bersih sebesar 24,8 persen (yoy).
Secara terpisah, kinerja bank only Bank Jatim pada tahun buku 2025 menunjukkan capaian positif dengan pengelolaan aset mencapai Rp 105,8 triliun atau tumbuh 3,7 persen (yoy). Dari sisi profitabilitas, laba bersih untuk kategori ini tercatat sebesar Rp 1,54 triliun, tumbuh 20,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain menetapkan pembagian dividen, RUPST Bank Jatim juga mengagendakan perubahan nomenklatur struktur organisasi dan susunan pengurus perseroan. Beberapa penyesuaian jabatan dilakukan, di antaranya:
Direktur Keuangan, Treasury & Global Services berubah menjadi Direktur Keuangan & Tresuri. Kemudian, Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan kini menjadi Direktur Menengah, Korporasi & Kelembagaan. Selanjutnya, Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah berganti nama menjadi Direktur Ritel & Syariah, serta Direktur IT, Digital & Operasional berubah menjadi Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi.
Di jajaran direksi, Bank Jatim resmi mengangkat Andry Wicaksono sebagai Direktur Manajemen Risiko. Sementara itu, Moh. Nasih ditunjuk sebagai Komisaris Independen, yang sebelumnya menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah. Posisi Anggota Dewan Pengawas Syariah yang ditinggalkan kini resmi diisi oleh Abdullah Syamsul Arifin.
Ringkasan
Bank Jatim (BJTM) telah memutuskan untuk membagikan 55 persen dari laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen, dengan total nilai mencapai Rp 850,17 miliar dari laba bersih Rp 1,61 triliun. Setiap lembar saham akan mendapatkan dividen sebesar Rp 56,62, yang merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya, menjadikan saham BJTM semakin menarik bagi investor.
Kinerja keuangan Bank Jatim dilaporkan sangat solid, dengan total aset tumbuh 42,93 persen secara tahunan mencapai Rp 168,85 triliun dan laba bersih meningkat 24,8 persen. RUPST juga menyetujui perubahan nomenklatur organisasi dan susunan pengurus, serta pengangkatan Direktur Manajemen Risiko yang baru.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia