
JAKARTA — PT Bank KB Bukopin Tbk. (KB Bank) memberikan respons positif terhadap inisiatif terbaru Bank Indonesia, yakni program Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI). KB Bank menilai program ini memiliki potensi besar untuk memperkuat fungsi intermediasi perbankan sekaligus memacu penyaluran pembiayaan ke sektor riil di Indonesia.
Direktur Utama KB Bank, Kurnady, menyatakan bahwa program PINISI dapat menjadi katalis dalam meningkatkan bankability atau kelayakan kredit proyek-proyek prioritas. Menurutnya, mekanisme kurasi proyek yang lebih sistematis, transparansi yang transparan, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan yang terintegrasi akan menjadi nilai tambah bagi industri perbankan.
“Program ini berpotensi meningkatkan bankability proyek-proyek prioritas melalui kurasi proyek yang lebih baik, transparansi yang lebih kuat, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan yang lebih terintegrasi,” ujar Kurnady kepada Bisnis, Sabtu (9/5/2026).
Kurnady menambahkan bahwa langkah strategis ini sangat krusial untuk memastikan kejelasan kelayakan kredit serta kepastian arus kas proyek. Hal ini terutama berlaku bagi sektor-sektor strategis nasional, seperti hilirisasi industri, ketahanan pangan, dan sektor perumahan.
Namun, pihak KB Bank menekankan bahwa efektivitas program PINISI akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi, kualitas pipeline proyek yang dihasilkan, serta dukungan mitigasi risiko yang solid dari pemerintah dan pihak regulator.
Di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai oleh suku bunga tinggi serta potensi capital outflow, KB Bank menegaskan bahwa perseroan masih memiliki ruang untuk melakukan ekspansi kredit secara selektif dan prudent. Fokus utama perseroan tetap tertuju pada sektor-sektor dengan fundamental ekonomi yang kuat dan arus kas yang sehat, dengan tetap mengedepankan disiplin underwriting serta manajemen risiko yang konsisten.
“Pendekatan ini memungkinkan pertumbuhan kredit berjalan seiring dengan terjaganya kualitas aset, sesuai prinsip risk-adjusted growth yang menjadi dasar strategi pembiayaan kami,” jelas Kurnady.
Lebih lanjut, KB Bank memandang bahwa optimalisasi intermediasi melalui PINISI memerlukan sinergi yang berkelanjutan. Penguatan kesiapan proyek, harmonisasi kebijakan antar-sektor, dan skema mitigasi risiko menjadi dukungan konkret yang dibutuhkan agar pembiayaan sektor riil dapat berjalan lebih efektif. Selain itu, sinkronisasi kebijakan lintas kementerian dan regulator dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi perbankan dalam menyalurkan kredit yang selaras dengan prioritas pemerintah.
Ringkasan
KB Bank menyambut positif program Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI) dari Bank Indonesia yang dinilai mampu memperkuat fungsi intermediasi dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kelayakan kredit proyek-proyek strategis nasional melalui kurasi yang sistematis, transparansi yang lebih baik, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan yang terintegrasi.
Di tengah tantangan ekonomi global, KB Bank tetap berkomitmen melakukan ekspansi kredit secara selektif dan berhati-hati pada sektor dengan fundamental kuat. Efektivitas program ini nantinya akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi, kualitas proyek yang dihasilkan, serta dukungan mitigasi risiko yang solid dari pemerintah dan regulator.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia