
JAKARTA. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatatkan performa keuangan yang impresif pada kuartal I-2026. Emiten produsen susu dan makanan konsumsi ini berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan serta laba bersih dengan kenaikan dua digit sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.
Merujuk pada laporan keuangan perusahaan per 31 Maret 2026, CMRY mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3,16 triliun. Angka tersebut mencerminkan lonjakan sebesar 27,87% secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2,43 triliun. Secara rinci, kontribusi pendapatan berasal dari segmen produk olahan susu sebesar Rp 1,31 triliun dan segmen makanan konsumsi senilai Rp 1,8 triliun.
Dari sisi bottom line, laba bersih CMRY tumbuh 15,65% YoY, naik menjadi Rp 555 miliar dari sebelumnya Rp 479,86 miliar pada kuartal pertama tahun lalu.
Faktor Pendukung Kinerja
Corporate Secretary Cisarua Mountain Dairy, Dinar Primasari, mengungkapkan bahwa pencapaian positif ini didorong oleh tiga strategi utama. Pertama adalah inovasi produk yang berkelanjutan. CMRY terus memperkuat portofolio nutrisi berbasis protein, di antaranya melalui produk No Added Sugar Milk, No Added Sugar Yogurt, dan Eat Milk. Sementara di segmen Consumer Foods, perusahaan sukses meluncurkan inovasi varian baru seperti Sosis Tom Yum dan Sosis dengan kandungan keju yang lebih tinggi.
“Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, permintaan terhadap produk kami tetap solid karena didukung oleh kualitas serta relevansi produk dengan kebutuhan konsumen,” ujar Dinar kepada Kontan, Jumat (11/5/2026).
Kedua, perusahaan gencar memperluas penetrasi pasar dan jaringan ekspor. Setelah merambah Filipina, Thailand, dan Malaysia, pada tahun 2026 ini CMRY mulai merambah pasar Vietnam. Ketiga, perusahaan konsisten menjaga efisiensi operasional dan disiplin biaya, sehingga setiap pertumbuhan penjualan dapat dikonversi secara efektif menjadi peningkatan profitabilitas.
Pandangan Analis dan Prospek Masa Depan
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai pertumbuhan CMRY ditopang kuat oleh penjualan produk ready to drink dan yogurt. Meskipun kenaikan biaya operasional dan promosi membuat pertumbuhan laba bersih tampak lebih moderat, Azis memandang prospek CMRY hingga akhir 2026 tetap positif. Hal ini didorong oleh tren gaya hidup sehat serta ekspansi distribusi yang berkelanjutan.
Optimisme serupa datang dari Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan. Menurutnya, manajemen CMRY telah menaikkan target pertumbuhan pendapatan ke kisaran 15%–20% YoY. “Manajemen fokus pada pertumbuhan berkelanjutan dengan target penjualan bersih double digit growth,” tambah Dinar.
Meski demikian, para analis memberikan catatan mengenai tantangan ke depan. Ekky menekankan pentingnya mencermati risiko kenaikan harga bahan baku, tekanan margin, serta daya beli masyarakat yang dapat memengaruhi permintaan. Senada dengan itu, Azis menambahkan bahwa ketatnya persaingan industri juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi.
Terkait rekomendasi saham, Ekky Topan menilai saham CMRY cukup menarik untuk dicermati dengan target jangka pendek hingga menengah di kisaran Rp 5.800–Rp 6.000, sehingga ia memberikan rekomendasi beli. Di sisi lain, Abdul Azis cenderung lebih moderat dengan memberikan rekomendasi hold pada target harga Rp 5.350 per saham.
Ringkasan
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatatkan kinerja keuangan impresif pada kuartal I-2026 dengan pendapatan sebesar Rp 3,16 triliun atau tumbuh 27,87% secara tahunan. Laba bersih perusahaan juga meningkat 15,65% menjadi Rp 555 miliar, didorong oleh inovasi produk berkelanjutan, perluasan jaringan ekspor ke Vietnam, serta efisiensi operasional. Strategi tersebut memperkuat posisi perusahaan di segmen produk olahan susu dan makanan konsumsi di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Para analis memandang prospek CMRY tetap positif seiring dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat dan target pertumbuhan penjualan dua digit sepanjang tahun 2026. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa risiko kenaikan harga bahan baku, tekanan margin, dan ketatnya persaingan industri yang perlu diantisipasi. Saat ini, saham CMRY mendapatkan rekomendasi beli dengan target harga Rp 5.800–Rp 6.000, serta rekomendasi hold dengan target harga Rp 5.350 per saham.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia