Harga melejit tak wajar, saham Fore Kopi (FORE) kena tato UMA BEI

JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memasukkan saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) ke dalam daftar saham dalam pemantauan khusus. Kebijakan ini diambil setelah BEI mendeteksi adanya peningkatan harga saham yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).

Advertisements

P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, melalui pengumuman nomor Peng-UMA-00143/BEI.WAS/05-2026, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan karena pergerakan harga saham FORE dinilai di luar kebiasaan. Namun, pihak Bursa menegaskan bahwa pengumuman UMA ini tidak serta-merta mengindikasikan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di pasar modal.

“Kami menginformasikan telah terjadi peningkatan harga saham FORE yang di luar kebiasaan. Saat ini, Bursa tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut,” ujar Febri dalam keterangan resminya, Senin (11/5/2026).

Poin Penting: Laba Fore Kopi (FORE) Melesat 55% jadi Rp90,1 Miliar Sepanjang 2025

Advertisements

Dalam menyikapi status UMA ini, BEI mengimbau para investor untuk memperhatikan jawaban manajemen FORE atas permintaan konfirmasi Bursa. Selain itu, pelaku pasar diharapkan mencermati kinerja keuangan serta keterbukaan informasi perusahaan. Investor juga disarankan untuk meninjau kembali rencana aksi korporasi FORE yang belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta mempertimbangkan berbagai risiko investasi sebelum mengambil keputusan.

Poin Penting: IHSG Rawan Koreksi Hari Ini (25/3), Cek Saham ITMG, PGAS, hingga FORE

Berdasarkan data RTI Business, pada perdagangan Jumat (8/5/2026), saham FORE ditutup naik 1,49% atau 15 poin ke level Rp1.025 per saham. Secara mingguan, saham ini mencatatkan kenaikan sebesar 7,33%. Bahkan, sepanjang tahun berjalan (year-to-date) 2026, saham FORE telah meroket 83,04%. Saat ini, saham tersebut memiliki rasio price earning ratio (PER) sebesar 242,31 kali dan price to book value (PBV) di posisi 13,25 kali.

Kinerja Keuangan yang Solid

Di balik pergerakan sahamnya, kinerja fundamental FORE menunjukkan tren positif. Pada kuartal I/2026, perusahaan mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 60,5% secara tahunan (yoy) menjadi Rp9,4 miliar. Pertumbuhan laba ini didukung oleh pendapatan yang melonjak 52,4% menjadi Rp444 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp292 miliar. Selain itu, EBITDA perusahaan tumbuh 66,7% menjadi Rp81,1 miliar dengan margin yang meningkat ke level 18,3%.

Direktur Utama FORE, Vico Lomar, menilai capaian ini mencerminkan keberhasilan ekspansi dan peningkatan skala bisnis perseroan. Meski konsumsi sempat melambat selama periode Ramadan, perusahaan tetap mampu menjaga pertumbuhan melalui efisiensi operasional dan penguatan basis pelanggan.

Poin Penting: Geliat Ekspansi Fore (FORE) Buka 100 Gerai Kopi dan Donut 2026

Ekspansi jaringan gerai menjadi kunci utama pertumbuhan FORE. Selama kuartal I/2026, perseroan telah membuka lebih dari 20 gerai baru, dengan 40% di antaranya menyasar kota tier 2 dan tier 3. Hingga akhir Maret 2026, total gerai aktif FORE mencapai 338 unit, meningkat 35% dibandingkan 251 gerai pada kuartal I/2025.

“Hasil kinerja kuartal I/2026 mencerminkan konsistensi kami dalam menjaga keunggulan operasional, kualitas produk, serta kedisiplinan dalam alokasi modal,” ungkap Vico. Setiap pembukaan gerai dilakukan melalui seleksi lokasi yang ketat dengan orientasi pada imbal hasil jangka panjang.

Komisaris Utama FORE, Willson Cuaca, menambahkan bahwa perusahaan tetap tangguh di tengah tantangan ekonomi global. “Meski dihadapkan pada dinamika geopolitik global serta periode operasional yang lebih pendek akibat libur panjang, FORE mampu menunjukkan ketahanan yang luar biasa,” jelasnya.

Saat ini, perseroan juga tengah mengakselerasi lini bisnis baru, Fore Donut, yang diluncurkan pada kuartal IV/2025. Sepanjang kuartal I/2026, unit bisnis ini telah menambah lima gerai baru dan bersiap merambah kota-kota besar lainnya, termasuk penetrasi ke area bandara serta kota strategis seperti Bandung dan Surabaya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memasukkan saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) ke dalam daftar pemantauan khusus karena terdeteksi adanya peningkatan harga yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA). Meski demikian, status UMA tersebut tidak serta-merta mengindikasikan adanya pelanggaran peraturan di pasar modal, dan pihak bursa saat ini tengah mencermati pola transaksi saham tersebut. Investor diimbau untuk memperhatikan keterbukaan informasi perusahaan, kinerja keuangan, serta mempertimbangkan risiko investasi sebelum mengambil keputusan.

Kenaikan harga saham FORE yang mencapai 83,04% secara year-to-date terjadi di tengah kinerja fundamental perusahaan yang solid dengan lonjakan laba bersih sebesar 60,5% pada kuartal I/2026. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi strategis jaringan gerai yang kini mencapai 338 unit serta akselerasi lini bisnis baru, Fore Donut. Manajemen perusahaan menekankan keberhasilan ini merupakan hasil dari efisiensi operasional dan kedisiplinan alokasi modal dalam menjaga ketahanan bisnis di tengah dinamika pasar.

Advertisements