
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan hari ini dengan tekanan jual yang cukup signifikan. Pada Senin (11/5/2026) pukul 09.06 WIB, IHSG tercatat melemah 94,473 poin atau terkoreksi 1,36% ke level 6.874,923.
Pelemahan indeks komposit ini terjadi akibat tekanan yang merata di hampir seluruh sektor saham. IDX Sektor Barang Baku menjadi penekan utama dengan catatan penurunan terdalam yakni sebesar 3,05% di awal perdagangan.
Tren negatif ini juga diikuti oleh sektor-sektor lainnya, yaitu IDX Sektor Energi, IDX Sektor Properti dan Real Estate, IDX Sektor Transportasi dan Logistik, serta IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer. Tekanan jual pun berlanjut pada IDX Sektor Barang Konsumen Primer, IDX Sektor Perindustrian, IDX Sektor Keuangan, hingga IDX Sektor Teknologi.
Di tengah kondisi pasar yang memerah, IDX Sektor Kesehatan justru tampil sebagai sektor dengan penguatan tertinggi, melesat 0,35%. Performa positif ini juga diikuti oleh IDX Sektor Infrastruktur yang mencatatkan penguatan di awal sesi.
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 17.384 Per Dolar AS Hari Ini (11/5)
Sementara itu, dinamika perdagangan pada kelompok saham berkapitalisasi besar (LQ45) menunjukkan pergerakan yang cukup volatil. Berikut adalah daftar saham yang menempati posisi top losers pagi ini:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 7,34%
- PT Indosat Tbk (ISAT) turun 5,8%
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 5,1%
Di sisi lain, sejumlah emiten mampu mempertahankan performa positif dan masuk dalam jajaran top gainers LQ45 sebagai berikut:
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 2,06%
- PT Astra International Tbk (ASII) naik 0,86%
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 0,35%
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah signifikan sebesar 1,36% ke level 6.874,923 pada perdagangan Senin (11/5/2026). Penurunan ini dipicu oleh tekanan jual yang meluas di berbagai sektor, dengan IDX Sektor Barang Baku mencatatkan koreksi terdalam sebesar 3,05%, sementara sektor kesehatan menjadi salah satu dari sedikit sektor yang mampu menguat.
Dalam kelompok saham berkapitalisasi besar (LQ45), saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Indosat Tbk (ISAT) memimpin daftar top losers dengan penurunan masing-masing sebesar 7,34% dan 5,8%. Sebaliknya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,06% di tengah kondisi pasar yang cenderung volatil.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia