Indonesia dan Rusia Percepat Realisasi Kerja Sama Sektor Industri Strategis

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk mempercepat implementasi kerja sama strategis dengan Rusia. Langkah ini diambil guna memastikan kemitraan kedua negara memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan industri nasional. “Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis jangka panjang,” ujar Faisol dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 11 Maret 2026.

Advertisements

Pernyataan tersebut disampaikan Faisol saat melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, Alexey Vladimirovich Gruzdev. Pertemuan yang berlangsung dalam rangkaian Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg, Rusia, ini menjadi tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Moskow pada 13 April 2026.

Dalam forum bisnis tersebut, pemerintah Indonesia menekankan pentingnya mengubah potensi kerja sama yang ada menjadi program kerja nyata yang terukur. Salah satu fokus utama adalah percepatan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA). Perjanjian ini ditargetkan mulai berlaku pada tahun depan dan diproyeksikan menjadi platform krusial untuk memperluas akses pasar serta mendongkrak volume perdagangan bilateral.

Selain sektor perdagangan, kedua negara sepakat untuk memfinalisasi nota kesepahaman (MoU) mengenai Industrial Cooperation. Payung hukum ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi industri secara sistematis. Rencananya, penandatanganan dokumen kerja sama tersebut akan dilakukan bertepatan dengan perhelatan INNOPROM 2026, yang menjadi momentum strategis bagi kedua negara.

Advertisements

Lebih lanjut, Indonesia dan Rusia juga menyoroti peran forum multilateral seperti BRICS sebagai wadah kolaborasi yang vital. Melalui BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC), kedua negara berharap dapat mempercepat transformasi industri dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pertukaran keahlian dan kerja sama teknis yang lebih intensif.

Pilihan Editor: Prabowo Sentil Moneter, Tepercik Kebijakan Aneh Fiskal

Ringkasan

Pemerintah Indonesia berkomitmen mempercepat implementasi kerja sama strategis di sektor industri dengan Rusia sebagai mitra jangka panjang. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin untuk memastikan kemitraan memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.

Kedua negara fokus pada percepatan perjanjian perdagangan I-EAEU FTA serta penyusunan nota kesepahaman kerja sama industri yang akan difinalisasi pada ajang INNOPROM 2026. Selain itu, Indonesia dan Rusia sepakat mengoptimalkan peran BRICS, khususnya melalui BCIC, untuk meningkatkan transformasi industri serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pertukaran keahlian teknis.

Advertisements