Pandu Sjahrir Targetkan Perusahaan WTE Denera Melantai di BEI

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan ambisi besar perusahaan untuk membawa unit bisnis Waste to Energy (WTE) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini diambil seiring dengan proyeksi bahwa perusahaan WTE milik Danantara bakal menjadi salah satu pemain terbesar di dunia dalam sektor pengolahan sampah menjadi energi.

Advertisements

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Danantara telah mendirikan entitas khusus bernama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera). Perusahaan ini dibentuk melalui PT Danantara Investment Management (DIM) pada awal April 2026, dengan fungsi utama sebagai pemegang saham sekaligus pengelola proyek-proyek WTE di bawah naungan Danantara.

Pandu Sjahrir menyatakan optimismenya dalam ajang Investor Relation Forum yang diselenggarakan Suar di Main Hall BEI, Jakarta, pada Senin (11/5). Menurutnya, kehadiran perusahaan WTE di lantai bursa domestik akan menjadi katalis yang signifikan bagi pasar modal Indonesia. “Saya yakin ini bisa menjadi salah satu perusahaan Waste to Energy terbesar di dunia. Kehadirannya nanti akan memberikan dorongan positif bagi Bursa Efek Indonesia,” ungkap Pandu.

Terkait jadwal penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO), Pandu mengisyaratkan bahwa aksi korporasi tersebut baru akan dilakukan setelah perusahaan memiliki laporan keuangan yang solid. Targetnya, langkah ini dapat ditempuh setelah tahun 2028, yakni saat operasional perusahaan diperkirakan sudah menghasilkan arus kas atau cashflow yang stabil.

Advertisements

Dari sisi pendanaan, Director of Investment at Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menjelaskan bahwa setiap unit Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) membutuhkan investasi sekitar Rp2,5 triliun hingga Rp2,8 triliun. Struktur kepemilikan proyek ini nantinya dibagi menjadi 70 persen untuk mitra Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP), sementara 30 persen sisanya dimiliki oleh Denera.

Fadli menambahkan, peran Denera sangat vital dalam memegang porsi saham proyek PSEL serta bertanggung jawab penuh atas aspek operasional seluruh proyek di bawah kendali DIM. Proyek PSEL sendiri dirancang sebagai solusi terintegrasi untuk pengelolaan sampah di Indonesia, yang tidak hanya berfokus pada pembangkit listrik (PLTSa), tetapi juga mencakup manajemen sampah dari hulu, mulai dari tempat pembuangan hingga proses daur ulang sampah secara menyeluruh.

Ringkasan

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menargetkan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan pengelola Waste to Energy (WTE) berskala global. Denera dibentuk sebagai entitas khusus untuk mengelola proyek Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan target IPO setelah tahun 2028 saat arus kas perusahaan telah stabil.

Setiap proyek PSEL membutuhkan investasi sebesar Rp2,5 triliun hingga Rp2,8 triliun dengan struktur kepemilikan 30 persen oleh Denera dan 70 persen oleh mitra. Denera memegang peran vital dalam operasional serta manajemen pengelolaan sampah terintegrasi, mulai dari hulu hingga proses daur ulang di seluruh proyek di bawah naungan Danantara.

Advertisements