Kronologi Lengkap Republika Terkait Dua Jurnalisnya yang Dicegat Israel

Media online Republika secara resmi merilis pernyataan sikap terkait nasib dua jurnalisnya, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai. Keduanya diketahui turut serta dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang dicegat oleh militer Israel saat berada di perairan internasional dekat Siprus.

Advertisements

Hingga saat ini, pihak Republika belum mendapatkan kepastian mengenai kondisi maupun keberadaan kedua jurnalis tersebut. Komunikasi dengan keduanya masih terputus, sehingga redaksi terus memantau perkembangan situasi di lapangan dengan saksama.

Berikut adalah pernyataan sikap lengkap yang dirilis oleh Republika:

Pernyataan Sikap Republika

Advertisements

Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang sedang mengantarkan bantuan untuk rakyat Palestina di Gaza.

Para relawan hadir bukan untuk membawa senjata, melainkan membawa solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, serta suara nurani dunia bagi warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan harus menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti.

Dalam rombongan tersebut, terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis kami, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang sedang menjalankan tugas jurnalistik sekaligus misi kemanusiaan. Keselamatan mereka kini menjadi perhatian utama dan prioritas serius bagi kami.

Kami menyatakan solidaritas penuh terhadap seluruh relawan kemanusiaan dunia. Kami juga dengan tegas menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan yang berlangsung di perairan internasional.

Andi Muhyiddin
Pemimpin Redaksi Republika

Ringkasan

Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, dilaporkan hilang kontak setelah kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang mereka tumpangi dicegat oleh militer Israel di perairan internasional. Pihak redaksi hingga saat ini belum mendapatkan kepastian mengenai kondisi maupun keberadaan kedua jurnalis tersebut dan terus memantau perkembangan situasi secara saksama.

Republika secara resmi mengecam tindakan intersepsi militer Israel yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan. Redaksi menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan keselamatan para jurnalisnya serta menyatakan solidaritas penuh terhadap seluruh relawan misi kemanusiaan yang turut menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Advertisements