
JogloNesia Jakarta. Pelemahan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang masih berlanjut hingga pekan ketiga Mei 2026 justru menjadi peluang emas bagi investor kawakan, Lo Kheng Hong. Memanfaatkan momentum koreksi pasar, pria yang dikenal sebagai investor nilai ini kembali menambah koleksi portofolio sahamnya.
Langkah strategis kali ini tertuju pada PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Kamis (21/5/2026), Lo Kheng Hong tercatat resmi menjadi pemilik saham emiten perkebunan dan minyak sawit di bawah naungan Grup Salim tersebut.
Dalam transaksi tersebut, Lo Kheng Hong memborong sebanyak 793,64 juta lembar saham SIMP. Aksi korporasi ini membuat kepemilikan sahamnya melonjak dari nol menjadi 5,12 persen. Keputusan ini menarik perhatian pelaku pasar, mengingat SIMP tengah mengalami tren penurunan harga yang signifikan. Sebagai gambaran, pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026), harga saham SIMP berada di level Rp535, setelah terkoreksi 315 poin dalam kurun waktu sebulan terakhir.
Kehadiran sang investor kawakan rupanya memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga saham emiten tersebut. Sesaat setelah kabar pembelian saham beredar, harga saham SIMP mulai menunjukkan tren penguatan. Pada penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026), saham SIMP ditutup di level Rp560 atau mengalami kenaikan sebesar 4,67 persen setara 25 poin secara harian.
CPIN Tebar Dividen Rp180 per Saham: Periksa Profil Emiten dan Kinerjanya
Daftar Portofolio Saham Lo Kheng Hong
Keputusan Lo Kheng Hong masuk ke dalam emiten baru selalu memancing rasa penasaran publik mengenai komposisi investasinya. Berikut adalah daftar kepemilikan saham yang dimiliki Lo Kheng Hong per Maret 2026:
- ABMM (ABM Investama): Kepemilikan 5,64% (155,3 juta saham) dengan nilai pasar Rp478,58 miliar.
- GJTL (Gajah Tunggal): Kepemilikan 6,26% (218 juta saham) dengan nilai pasar Rp246,38 miliar.
- BMTR (Global Mediacom): Kepemilikan 6,44% (1,06 miliar saham) dengan nilai pasar Rp158,01 miliar.
- DILD (Intiland Development): Kepemilikan 6,79% (704,1 juta saham) dengan nilai pasar Rp88,01 miliar.
- LSIP (PP London Sumatra Indonesia): Kepemilikan 1,31% dengan nilai pasar Rp128,22 miliar.
- RALS (Ramayana Lestari Sentosa): Kepemilikan 2,19% dengan nilai pasar Rp67,11 miliar.
- PNIN (Paninvest): Kepemilikan 1,23% dengan nilai pasar Rp38,65 miliar.
- SRIL (Sri Rejeki Isman): Kepemilikan 1,02% dengan nilai pasar Rp31 miliar (berdasarkan harga terakhir sebelum suspensi).
- MAIN (Malindo Feedmill): Kepemilikan 1,24% dengan nilai pasar Rp28,90 miliar.
- CFIN (Clipan Finance Indonesia): Kepemilikan 1,63% dengan nilai pasar Rp21,82 miliar.
- BEST (Bekasi Fajar Industrial Estate): Kepemilikan 1,34% dengan nilai pasar Rp13,47 miliar.
- ADMG (Polychem Indonesia): Kepemilikan 1,29% dengan nilai pasar Rp10,06 miliar.
Ringkasan
Investor kawakan Lo Kheng Hong memanfaatkan momentum pelemahan di Bursa Efek Indonesia untuk menambah portofolionya dengan membeli 793,64 juta lembar saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Aksi korporasi ini menjadikan beliau pemilik sebesar 5,12 persen saham emiten tersebut, yang langsung memberikan sentimen positif dan memicu kenaikan harga saham SIMP di pasar. Keputusan investasi ini dilakukan di tengah tren penurunan harga saham SIMP, menunjukkan strategi khas investor nilai dalam mencari peluang saat pasar terkoreksi.
Selain penambahan saham SIMP, Lo Kheng Hong tercatat memiliki koleksi investasi di berbagai sektor lainnya per Maret 2026. Daftar portofolio tersebut mencakup emiten seperti ABMM, GJTL, BMTR, DILD, serta beberapa perusahaan lainnya dengan persentase kepemilikan yang bervariasi. Komposisi ini mencerminkan strategi diversifikasi investasi yang terus dipantau oleh para pelaku pasar di tengah fluktuasi indeks harga saham.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia