IHSG Diprediksi Fluktuatif, Simak Sentimen Rupiah Hari Ini 29 Mei

JAKARTA, JogloNesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Pelaku pasar saat ini tengah mencermati dinamika nilai tukar rupiah, arus modal asing, serta berbagai perkembangan geopolitik global yang membayangi pasar keuangan.

Advertisements

Pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Pasardana, Hans Kwee, menyatakan bahwa pergerakan IHSG akan cenderung tertahan. Menurutnya, IHSG diperkirakan bergerak dengan level support di kisaran 5.950-6.000, sementara level resistance berada di area 6.200-6.286.

Baca Juga: Cum Dividen Hari Ini (29/5), Investor Bisa Terima Dana Rp 23.795/Lot Saham Batubara

Senada dengan pandangan tersebut, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, melihat adanya tanda-tanda perbaikan secara teknikal meskipun masih dalam skala terbatas. Alrich mencatat bahwa indikator Stochastic RSI menunjukkan potensi pembalikan arah menuju pivot, didukung oleh histogram MACD negatif yang mulai menyempit. Dengan kondisi tersebut, IHSG diproyeksikan berpotensi bergerak pada kisaran 6.000-6.200.

Advertisements

Di sisi lain, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyoroti bahwa pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang membayangi stabilitas IHSG dalam jangka pendek. Depresiasi rupiah ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik, termasuk penguatan dolar AS, ketidakpastian geopolitik, hingga periode repatriasi dividen oleh investor asing.

Baca Juga: Anak Usaha Saratoga Ini bayar Dividen Rp 17.000/Lot Saham, Yield 7x Bunga Deposito

“Depresiasi rupiah berpotensi menekan IHSG dan memicu aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing jika pelemahannya berlangsung secara agresif,” jelas Nafan. Ia juga menambahkan bahwa saham-saham perbankan berkapitalisasi besar dapat menjadi penekan utama indeks karena bobotnya yang dominan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa fundamental sektor perbankan domestik tetap solid, didukung oleh permodalan dan margin bunga bersih yang kuat.

Sebagai langkah antisipasi, Nafan menyarankan investor untuk menerapkan strategi investasi yang lebih selektif dan mengutamakan manajemen risiko. Investor disarankan untuk memfokuskan portofolio pada emiten berbasis ekspor, sektor energi, serta saham-saham defensif yang tidak memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor.

Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (26/5/2026), IHSG ditutup melemah 1,23% ke level 6.130,19. Penurunan tersebut dipicu oleh meningkatnya tekanan eksternal, aksi ambil untung (profit taking) oleh investor, serta dampak dari rebalancing indeks MSCI menjelang periode libur panjang.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas pada perdagangan 29 Mei 2026. Analis memperkirakan indeks akan berada pada level support 5.950-6.000 dan resistance 6.200-6.286, dengan sentimen utama yang dipengaruhi oleh dinamika nilai tukar rupiah, arus modal asing, serta perkembangan geopolitik global.

Depresiasi rupiah yang dipicu penguatan dolar AS dan repatriasi dividen menjadi faktor utama yang membayangi stabilitas pasar dalam jangka pendek. Investor disarankan untuk lebih selektif dengan memprioritaskan saham sektor energi, emiten berbasis ekspor, serta saham defensif guna mengantisipasi potensi tekanan jual lebih lanjut.

Advertisements