Rupiah Anjlok ke Rp 17.930 per Dolar AS Siang Ini

JAKARTA, JogloNesia – Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali mencatatkan kinerja negatif pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Hingga pukul 12.08 WIB, rupiah berada di level Rp 17.930 per dolar AS, melemah 0,51% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di angka Rp 17.839 per dolar AS. Pergerakan ini sekaligus menempatkan rupiah pada posisi terlemah sepanjang sejarahnya.

Advertisements

Tekanan terhadap mata uang Garuda ini sejalan dengan tren pelemahan mayoritas mata uang di kawasan Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia yakni sebesar 0,52%, disusul oleh rupiah dengan koreksi 0,51%. Selain itu, ringgit Malaysia turun 0,44%, baht Thailand melemah 0,20%, won Korea terkoreksi 0,13%, yuan China melemah 0,06%, peso Filipina turun 0,05%, dan dolar Singapura melemah tipis 0,03%.

Di sisi lain, tidak semua mata uang Asia tertekan oleh dolar AS. Beberapa mata uang justru mampu mencatatkan penguatan tipis, di antaranya dolar Taiwan yang naik 0,13%, yen Jepang menguat 0,01%, serta dolar Hong Kong yang terapresiasi sebesar 0,006%.

IHSG Anjlok 4,94% ke 5.889 pada Sesi I Rabu (3/6), AMMN, BRPT, MDKA Top Losers LQ45

Advertisements

Pergerakan nilai tukar rupiah ini dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar AS yang mengukur performa mata uang Paman Sam terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Indeks dolar saat ini berada di level 99,26, naik tipis dari posisi sebelumnya yang berada di level 99,21.

Ringkasan

Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan kinerja negatif pada perdagangan Rabu (3/6/2026) dengan melemah 0,51% ke level Rp 17.930 per dolar AS. Posisi ini menandai titik terlemah rupiah sepanjang sejarah, seiring dengan penguatan indeks dolar AS yang kini berada di level 99,26.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah tren koreksi mayoritas mata uang kawasan Asia terhadap dolar AS, termasuk rupee India dan ringgit Malaysia. Meskipun sebagian besar mata uang Asia tertekan, beberapa mata uang seperti dolar Taiwan, yen Jepang, dan dolar Hong Kong justru mencatatkan penguatan tipis.

Advertisements