40 Perusahaan Bobol! Hacker Curi Data, Kerugian Capai Rp407 Miliar

JogloNesia, Jakarta – Dunia maya dikejutkan dengan penangkapan seorang warga negara Inggris bernama Kai West, yang dikenal luas sebagai ‘IntelBroker’. Ia kini menghadapi dakwaan serius dari Amerika Serikat (AS) atas kasus pencurian data sensitif berskala besar. Kejahatan siber yang dilakukannya diperkirakan menyebabkan kerugian fantastis, mencapai sekitar 25 juta Dolar AS atau setara dengan Rp407 miliar.

Advertisements

Dakwaan terhadap IntelBroker, yang bernama asli Kai West dan berusia 25 tahun, diumumkan secara resmi pada Rabu, 25 Juni 2025, oleh Kantor Kejaksaan Distrik Selatan New York. Dalam aksinya, West diduga kuat telah mencuri data sensitif dari berbagai entitas, termasuk perusahaan telekomunikasi besar, penyedia layanan kesehatan kota, penyedia layanan internet, serta lebih dari 40 korban lainnya. Modus operandi ini menunjukkan cakupan kejahatan yang luas dan merugikan banyak pihak.

Dilansir dari laporan BleepingComputer, Kai West bersama rekan-rekan konspiratornya disinyalir telah menjual data-data hasil peretasan tersebut di forum peretasan populer, BreachForums. Dari penjualan data ini, mereka meraup keuntungan lebih dari 2 juta Dolar AS atau sekitar Rp32,6 juta, menunjukkan nilai komersial tinggi dari informasi yang dicuri.

Penangkapan Kai West sendiri terjadi di Prancis pada bulan Februari lalu, dan kini pihak AS tengah berupaya keras untuk melakukan ekstradisi agar ia dapat diadili di sana. Asisten Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI) menegaskan pentingnya kasus ini, menyatakan, “Pengumuman hari ini seharusnya menjadi peringatan bagi siapa pun yang berpikir bahwa mereka dapat bersembunyi di balik papan ketik dan melakukan kejahatan dunia maya tanpa hukuman; FBI akan menemukan dan meminta pertanggungjawaban Anda di mana pun Anda berada.” Pernyataan ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan siber.

Advertisements

Terungkapnya identitas asli ‘IntelBroker’ adalah hasil investigasi mendalam yang dimulai pada Januari 2023. Saat itu, seorang agen rahasia FBI berhasil membeli kunci API yang dicuri dari sang peretas. Jejak transaksi melalui alamat Bitcoin lantas membawa penyidik ke platform perbankan daring bernama Ramp. Dari situlah terkuak bahwa akun Ramp tersebut terdaftar menggunakan Surat Izin Mengemudi (SIM) Inggris atas nama Kai West.

Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa akun email yang terkait dengan Ramp juga terhubung ke platform kripto Coinbase, yang terdaftar atas nama ‘Kyle Northern’—sebuah persona lain yang digunakan oleh West. Di dalam akun tersebut, ditemukan berbagai bukti krusial seperti faktur, email dari Universitas, dan foto lisensi Kai West, yang secara definitif menghubungkan Kai West dengan nama samaran ‘IntelBroker’ dalam aktivitas pencurian data.

Atas perbuatannya, Kai West kini menghadapi empat tuduhan serius yang dilayangkan oleh Amerika Serikat. Tuduhan-tuduhan tersebut meliputi: persekongkolan untuk melakukan intrusi komputer, yang dapat diganjar hukuman maksimal lima tahun penjara; persekongkolan untuk melakukan penipuan lewat kawat, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara; mengakses komputer yang dilindungi untuk memperoleh informasi, yang juga terancam lima tahun penjara; serta penipuan lewat kawat, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kantor Kejaksaan Distrik Selatan New York menjelaskan bahwa ancaman hukuman maksimal yang ditetapkan oleh Kongres hanyalah bersifat informatif, karena putusan akhir mengenai hukuman akan sepenuhnya ditentukan oleh hakim. Meskipun demikian, perlu ditekankan bahwa dakwaan yang dijatuhkan saat ini masih sebatas tuduhan, dan Kai West tetap dianggap tidak bersalah hingga terbukti sebaliknya dalam proses hukum yang berlaku.

Ringkasan

Seorang warga negara Inggris bernama Kai West, dikenal sebagai ‘IntelBroker’, didakwa oleh Amerika Serikat atas pencurian data sensitif berskala besar. Kejahatan siber ini diperkirakan merugikan sekitar Rp407 miliar dari lebih dari 40 entitas. West bersama rekan-rekannya berhasil meraup keuntungan lebih dari Rp32,6 juta dari penjualan data curian di forum peretasan. Ia ditangkap di Prancis dan kini AS berupaya mengekstradisinya.

Identitas asli ‘IntelBroker’ terungkap melalui investigasi FBI yang melacak transaksi dan akun daring yang terhubung dengan Kai West. Akibat perbuatannya, West kini menghadapi empat tuduhan serius dari Amerika Serikat, termasuk persekongkolan intrusi komputer dan penipuan lewat kawat. Ancaman hukuman maksimal bervariasi, namun ia masih dianggap tidak bersalah hingga terbukti sebaliknya dalam proses hukum.

Advertisements