NEW YORK, KOMPAS.com – Investor kawakan dan filantropis terkemuka, Warren Buffett, kembali menunjukkan komitmen dermawannya dengan menyumbangkan saham Berkshire Hathaway miliknya senilai 6 miliar dollar AS, atau setara dengan sekitar Rp 97 triliun (berdasarkan kurs asumsi Rp 16.179 per dollar AS).
Donasi substansial ini dilakukan Buffett pada Jumat, 27 Juni 2025, waktu setempat. Menurut laporan Reuters pada Minggu, 29 Juni 2025, sumbangan tersebut dialokasikan kepada Gates Foundation, yayasan amal yang didirikan oleh pendiri Microsoft Bill Gates, serta empat badan amal keluarga Buffett lainnya.
Donasi ini menandai sumbangan tahunan terbesar yang pernah dilakukan Buffett sejak ia memulai kegiatan filantropinya hampir dua dekade silam. Sumbangan ini melibatkan sekitar 12,36 juta saham Berkshire Kelas B, yang secara signifikan menambah total kontribusi Buffett kepada Gates Foundation hingga melampaui 60 miliar dollar AS.
Secara rinci, Warren Buffett mendonasikan 9,43 juta saham Berkshire Hathaway kepada Gates Foundation. Selain itu, 943.384 saham diserahkan kepada Susan Thompson Buffett Foundation, dan masing-masing 660.366 saham diberikan kepada tiga yayasan amal yang dipimpin oleh anak-anaknya: Howard G. Buffett Foundation, Sherwood Foundation, dan NoVo Foundation.
Meskipun sumbangan ini sangat besar, Warren Buffett dilaporkan masih memiliki 13,8 persen saham Berkshire Hathaway dari total saham beredar. Sebelum donasi pada Jumat lalu, majalah Forbes menempatkan kekayaan bersih Warren Buffett sebesar 152 miliar dollar AS, menjadikannya orang terkaya kelima di dunia. Setelah donasi ini, posisinya diperkirakan akan bergeser ke peringkat keenam, melampaui sumbangan sebelumnya senilai 5,3 miliar dollar AS pada Juni 2025 dan 1,14 miliar dollar AS lainnya untuk badan amal keluarga pada November tahun lalu.
Di usianya yang kini menginjak 94 tahun, Buffett telah memulai perjalanan filantropinya sejak tahun 2006. Tahun lalu, ia bahkan merevisi surat wasiatnya, menetapkan bahwa 99,5 persen dari sisa kekayaannya setelah meninggal dunia akan disalurkan ke perwalian amal yang diawasi oleh anak-anaknya. Mereka diberi waktu sekitar satu dekade untuk mendistribusikan dana tersebut, dengan keputusan harus diambil secara musyawarah mufakat. Ketiga anak Buffett, Susie (71), Howard (70), dan Peter (67), akan menjadi penentu arah donasi tersebut. Warren Buffett sendiri telah memimpin konglomerat Berkshire Hathaway yang berbasis di Omaha, Nebraska, sejak tahun 1965.
Yayasan-yayasan keluarga yang menerima donasi memiliki fokus misi yang beragam dan penting. Susan Thompson Buffett Foundation, yang dipimpin oleh Susie Buffett dan dinamai sesuai nama istri pertama Warren Buffett, berfokus pada pendanaan kesehatan reproduksi. Sementara itu, Sherwood Foundation mendukung lembaga nirlaba di Nebraska dan pendidikan anak usia dini. Howard G. Buffett Foundation mengarahkan upayanya pada penanganan kelaparan global, pemberantasan perdagangan manusia, dan pengurangan konflik di berbagai belahan dunia. Sedangkan NoVo Foundation memiliki inisiatif khusus yang berfokus pada pemberdayaan anak perempuan dan perempuan yang terpinggirkan, serta komunitas masyarakat adat.
Sebagai catatan akhir, Buffett telah menyatakan pada Juni lalu bahwa kontribusinya kepada Gates Foundation akan berakhir setelah ia meninggal dunia, menandai tahapan baru dalam perjalanan filantropi jangka panjangnya.
Ringkasan
Warren Buffett kembali menyumbangkan saham Berkshire Hathaway senilai sekitar Rp 97 triliun kepada Gates Foundation dan empat badan amal keluarga lainnya. Donasi ini merupakan sumbangan tahunan terbesar Buffett sejak memulai kegiatan filantropinya, meningkatkan total kontribusinya kepada Gates Foundation hingga lebih dari 60 miliar dollar AS.
Meskipun menyumbang saham dalam jumlah besar, Buffett masih memiliki 13,8 persen saham Berkshire Hathaway. Pada usia 94 tahun, Buffett telah memulai filantropinya sejak 2006 dan mewariskan sebagian besar kekayaannya untuk perwalian amal yang diawasi oleh anak-anaknya, yang memiliki fokus misi beragam seperti kesehatan reproduksi, pendidikan anak usia dini, penanganan kelaparan global, dan pemberdayaan perempuan.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia