Rupiah Anjlok ke Rp 16.228/USD: Pelemahan Berlanjut Hari Ini

JogloNesia, JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot menunjukkan tren pelemahan signifikan pada perdagangan Senin (30/6) hingga tengah hari. Mata uang domestik ini tercatat berada di level Rp 16.228 per dolar Amerika Serikat (AS), sebuah kondisi yang berbanding terbalik dengan mayoritas pergerakan mata uang di Asia.

Advertisements

Pelemahan rupiah ini semakin jelas terlihat bila dibandingkan dengan penutupan perdagangan Jumat (27/6), di mana rupiah berada di posisi Rp 16.195 per dolar AS. Dengan demikian, rupiah mengalami penurunan nilai sebesar 0,2%, menggambarkan tekanan yang dihadapi di pasar keuangan.

Kontras dengan tren rupiah, sebagian besar mata uang regional justru menunjukkan penguatan. Hingga pukul 11.30 WIB, hanya dolar Taiwan yang mencatat pelemahan paling dalam di antara mata uang Asia lainnya, yakni anjlok 0,44% terhadap the greenback.

Di sisi lain, mayoritas mata uang di kawasan Asia justru perkasa. Won Korea Selatan memimpin penguatan dengan melonjak 0,46%, diikuti ketat oleh peso Filipina yang melesat 0,39%. Tren positif juga menyelimuti yen Jepang yang menanjak 0,37% dan ringgit Malaysia yang terangkat 0,36%.

Advertisements

Lebih lanjut, rupee India berhasil naik 0,29%, sementara baht Thailand terapresiasi 0,12%. Kemudian, yuan China terkerek 0,11% dan dolar Singapura menguat 0,09%. Bahkan, dolar Hong Kong pun menunjukkan pergerakan tipis dengan kecenderungan menguat terhadap dolar AS, melengkapi gambaran divergensi pergerakan mata uang di pasar Asia.

Rupiah Spot Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.200 Per Gram Pada Hari Ini (30/6)

Ringkasan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah signifikan pada Senin, 30 Juni 2024, mencapai Rp 16.228 per USD. Ini merupakan penurunan 0,2% dibandingkan penutupan Jumat di Rp 16.195 per USD, berlawanan dengan tren penguatan mayoritas mata uang Asia lainnya.

Berbeda dengan rupiah, mata uang Asia seperti won Korea Selatan, peso Filipina, yen Jepang, ringgit Malaysia, rupee India, baht Thailand, yuan China, dan dolar Singapura justru mengalami penguatan terhadap dolar AS. Hanya dolar Taiwan yang mencatat pelemahan di antara mata uang Asia tersebut.

Advertisements