JogloNesia JAKARTA. Bitcoin kembali mengukir sejarah gemilang dengan menembus level harga tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH). Lonjakan impresif ini didorong oleh kuatnya arus investor yang mulai beralih ke aset-aset berisiko, sekaligus berhasil melikuidasi para pemegang posisi short di Bitcoin, memicu kenaikan harga yang eksplosif.
Menurut data yang dirilis CoinMarketCap, aset kripto terkemuka ini mencapai puncak rekor baru di level US$116.000 atau setara dengan sekitar Rp 1,88 miliar (dengan kurs US$1=Rp16.215) pada Jumat (11/7) dini hari WIB. Pencapaian ini menandai babak baru dalam perjalanan harga Bitcoin yang penuh volatilitas namun menunjukkan ketahanan pasar yang luar biasa.
Laporan dari CryptoWave X TRIV Research, yang bertajuk Bitcoin Hits a New All Time High, What’s Next?, menyoroti tren peningkatan signifikan dalam arus dana yang masuk ke produk ETF berbasis Bitcoin. “Kami melihat tren ini sebagai sinyal kuat bahwa pasar sedang memasuki fase baru penguatan harga,” ujar Goldwin Halim, CEO dan Founder CryptoWave Media, dalam keterangannya pada Jumat (11/7), mengindikasikan prospek positif ke depan.
Bitcoin Cetak Sejarah! Kalahkan Nvidia dalam Volume Perdagangan Harian
Lebih lanjut, laporan lengkap terkait analisis ini dapat diakses melalui aplikasi CryptoWave Media, yang tersedia di platform iOS dan Android. Aplikasi ini secara konsisten menyajikan pembaruan terkini dan edukasi komprehensif seputar aset digital, teknologi blockchain, serta ekosistem Web3.
Pada 3 Juli 2025, arus dana harian ke ETP (Exchange Traded Product) berbasis Bitcoin bahkan sempat menembus angka US$600 juta, sebuah indikasi nyata dari semakin besarnya minat dan partisipasi institusional di pasar kripto. Seiring dengan peningkatan ini, volume perdagangan 24 jam Bitcoin juga melonjak tajam hingga 48%, mencapai US$62 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang sangat tinggi.
Goldwin Halim menjelaskan bahwa secara teknikal, pola falling wedge pada grafik harga Bitcoin telah berhasil ditembus ke atas. Dengan demikian, target harga selanjutnya diproyeksikan berada di kisaran US$117.000, selama level support penting di US$110.000 mampu dipertahankan. Volume perdagangan yang tinggi di sekitar area ATH ini diinterpretasikan sebagai tanda kepercayaan pasar yang solid untuk kenaikan lanjutan, bukan sebagai sinyal distribusi atau potensi pembalikan arah.
Meskipun demikian, CryptoWave dengan tegas menyatakan bahwa laporan ini bersifat edukasi semata dan sama sekali bukan merupakan saran investasi. Pasar aset digital dikenal sangat volatil dan memiliki risiko yang sangat tinggi. Oleh karena itu, investor disarankan untuk selalu melakukan riset mandiri yang mendalam dan mempertimbangkan dengan cermat kondisi keuangan pribadi sebelum membuat keputusan investasi.
Ringkasan
Bitcoin telah mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) di level US$116.000 atau sekitar Rp 1,88 miliar pada Jumat (11/7) dini hari WIB, menurut data CoinMarketCap. Lonjakan ini didorong oleh arus investor yang beralih ke aset berisiko dan berhasil melikuidasi posisi short. Pencapaian ini menandai babak baru dalam perjalanan harga Bitcoin yang menunjukkan ketahanan pasar luar biasa.
Laporan CryptoWave X TRIV Research menyoroti peningkatan signifikan arus dana ke produk ETF berbasis Bitcoin, dengan arus dana harian ETP sempat menembus US$600 juta. Goldwin Halim dari CryptoWave Media memproyeksikan target harga berikutnya di kisaran US$117.000 jika level support US$110.000 dipertahankan. Volume perdagangan 24 jam Bitcoin juga melonjak tajam hingga US$62 miliar, diinterpretasikan sebagai tanda kepercayaan pasar yang solid untuk kenaikan berkelanjutan.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia