CCTV Ungkap Detik-Detik Arya Daru Sebelum Meninggal: Fakta Terbaru!

Tabir misteri kematian diplomat Arya Daru Pangayunan (39) di Gondia International Guest House mulai tersingkap, seiring terkuaknya detail-detail penting dari rekaman CCTV yang kini menjadi sorotan publik. Sedikitnya tiga cuplikan video pengawas tersebut telah berhasil diidentifikasi, memperlihatkan berbagai aktivitas krusial di area sekitar kamar Arya Daru.

Advertisements

Berdasarkan pantauan langsung tim kumparan pada Minggu (13/7), terungkap penempatan strategis beberapa kamera pengawas yang memantau ketat area sekitar kamar yang dihuni Arya Daru Pangayunan. Secara spesifik, dua unit kamera CCTV terpantau mengarah langsung ke area kamar nomor 105, kamar tempat diplomat itu menginap.

Satu kamera dirancang untuk menghadap ke area taman yang asri, sementara kamera lainnya terarah ke lorong utama di depan kamar Arya, yang juga mencakup akses ke dua kamar lain serta pintu masuk utama guest house. Pemasangan kamera yang menghadap taman terlihat dekat dengan tembok bagian atas di sisi luar kamar Arya. Sementara itu, kamera kedua, yang menyorot lorong, terpasang menggantung di seberang lorong, persis di samping bohlam lampu penerangan.

Melangkah mundur ke rekaman sebelumnya, pada Selasa (8/7) malam pukul 23.24 WIB, terekam momen Arya Daru terakhir kali terlihat keluar dari kamarnya untuk membuang sampah.

Advertisements

Detail lebih lanjut dari rekaman CCTV terbaru yang berhasil diakses kumparan mengungkapkan durasi satu menit yang terekam pada Rabu (9/7) dini hari, tepatnya pukul 00.27 WIB. Cuplikan ini secara jelas menunjukkan sosok penjaga kos yang mondar-mandir di area depan kamar Arya Daru. Dalam rekaman tersebut, penjaga kos itu terlihat mengenakan sarung dan baju yang hanya tersampir di bahunya, sebuah pemandangan yang menambah kesan kasual namun penuh pertanyaan. Ia berjalan dari bagian dalam guest house menuju pintu masuk utama, dan di tengah perjalanannya, sempat menolehkan pandangannya ke arah jendela samping kamar Arya.

Yang menarik perhatian, pada momen itu, penjaga kos tersebut terlihat memegang ponsel di telinganya, mengesankan sedang melakukan panggilan telepon. Ia bahkan sempat berhenti dan berdiri tepat di depan pintu kamar nomor 105—kamar yang dihuni Arya Daru—sebelum akhirnya melangkah pergi.

Tak berhenti di situ, rekaman CCTV lain dengan durasi lebih panjang, yakni 1 menit 20 detik, juga berhasil terekam pada Rabu (9/7) pagi hari, tepatnya pukul 05.20 WIB. Pada cuplikan video ini, penjaga kos terlihat dengan penampilan yang lebih rapi, mengenakan kemeja putih dan celana panjang abu-abu, sembari berjalan di lorong depan kamar Arya Daru dengan membawa sapu berwarna hijau. Ketika ia melangkah menuju pintu masuk, kembali terlihat gestur mencurigakan: ia menolehkan kepala ke arah jendela samping kamar Arya. Setelah itu, ia memutar balik dan kembali masuk ke area dalam guest house. Yang lebih mengejutkan, saat melangkah kembali masuk, kamera pengawas berhasil merekam momen ketika penjaga kos itu melirik tajam ke bagian bawah pintu kamar Arya Daru.

Hingga saat ini, polisi masih terus mengintensifkan penyelidikan kasus kematian diplomat Arya Daru Pangayunan. Sejumlah saksi kunci telah dimintai keterangan, dan setiap detik rekaman CCTV dari lokasi kejadian masih terus dianalisis secara mendalam demi mengungkap duduk perkara serta penyebab pasti dari kematian tragis ini.

Ringkasan

Rekaman CCTV menjadi kunci dalam mengungkap misteri kematian diplomat Arya Daru Pangayunan di Gondia International Guest House. Dua kamera pengawas strategis terpasang mengarah ke kamar Arya, satu ke taman dan satu ke lorong utama. Arya Daru terakhir terlihat pada Selasa malam pukul 23.24 WIB, saat keluar dari kamarnya untuk membuang sampah.

CCTV juga merekam penjaga kos mondar-mandir di depan kamar Arya pada Rabu dini hari dan pagi. Pada pukul 00.27 WIB, penjaga kos terlihat menoleh ke jendela kamar Arya, memegang ponsel, dan berdiri di depan pintu. Kemudian pukul 05.20 WIB, ia kembali menoleh ke jendela dan melirik tajam ke bagian bawah pintu kamar Arya. Hingga kini, polisi masih mengintensifkan penyelidikan dengan menganalisis rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi.

Advertisements