
Konsorsium Pengisian Daya Nirkabel (Wireless Power Consortium/WPC) telah membuat gebrakan signifikan dengan mengumumkan standar pengisian nirkabel terbarunya, yaitu Qi2 25W (Qi 2.2.1). Inovasi ini menandai langkah maju dalam teknologi pengisian daya tanpa kabel, yang kini mengandalkan teknologi canggih Magnetic Power Profile (MPP).
Sederhananya, MPP merupakan sebuah metode pengisian daya yang memanfaatkan daya tarik magnetik. Teknologi ini dirancang untuk memastikan penempatan perangkat yang sempurna di atas charger, sehingga proses pengisian baterai tidak hanya menjadi lebih cepat, tetapi juga jauh lebih akurat dan efisien, meminimalkan potensi kehilangan daya.
Qi2 25W hadir sebagai penerus langsung dari standar Qi2 15W (Qi 2.0) yang sebelumnya telah diperkenalkan pada awal tahun 2023. Sesuai dengan namanya, standar baru ini menawarkan daya pengisian maksimal sebesar 25 watt. Peningkatan daya ini berarti pengisian daya dapat dilakukan hingga 70 persen lebih cepat dibandingkan dengan standar Qi2 15W, sebuah lompatan kecepatan yang tentunya akan sangat dihargai oleh para pengguna.
Pihak WPC juga telah mengindikasikan bahwa standar Qi2 25W ini akan segera dapat ditemukan pada berbagai perangkat Android di masa mendatang. Hal ini kontras dengan standar Qi2 15W yang sebelumnya lebih banyak diadopsi oleh produk-produk dalam ekosistem Apple, termasuk iPhone dan aksesorinya. Produsen aksesori maupun perangkat Android sendiri hingga kini belum menunjukkan fokus yang signifikan dalam mengadopsi standar pengisian daya berbasis MPP ini.
Perbedaan implementasi teknologi pengisian nirkabel antara kedua raksasa teknologi ini cukup menarik untuk dicermati. Sejak seri iPhone 12, Apple telah menanamkan teknologi MagSafe langsung di dalam bodi perangkat. Dengan demikian, pengguna iPhone tidak memerlukan casing tambahan untuk sepenuhnya memanfaatkan fitur Qi2 15W, dan nantinya, juga Qi2 25W. Di sisi lain, untuk perangkat Android, diperkirakan bahwa penggunaan casing tambahan yang dirancang khusus untuk mendukung sistem magnetik akan diperlukan agar proses pengisian Qi2 25W dapat berjalan optimal. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi apakah ponsel Android di masa depan akan mengintegrasikan besi magnet serupa MagSafe secara internal, menjadikannya “Qi2 Ready” langsung dari pabrikan.
Dilansir dari laporan media teknologi global, standar Qi2 25W diperkirakan akan segera tersedia di pasaran, meramaikan beragam aksesori pengisi daya nirkabel, power bank, dan charger. Tidak hanya perangkat Apple iPhone yang akan mendukung standar mutakhir ini, tetapi juga sejumlah perangkat Android yang untuk pertama kalinya akan bergabung dengan ekosistem Qi2. WPC sendiri mengklaim bahwa mereka saat ini tengah menguji coba sekitar 14 perangkat yang sudah mendukung standar Qi2 25W, dengan ratusan perangkat lainnya siap mengantre untuk proses sertifikasi. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari WPC dan para produsen untuk mendorong adopsi teknologi pengisian daya nirkabel yang lebih cepat dan efisien.
Baca juga: Hati-hati, Ini Risiko Tak Cabut Charger dari Colokan Listrik
Baca juga: Benarkah Kepala Charger yang Terus Terpasang Bisa Meledak? Simak Penjelasannya
Ringkasan
Konsorsium Pengisian Daya Nirkabel (WPC) telah meluncurkan standar pengisian nirkabel terbaru, Qi2 25W (Qi 2.2.1), yang mengandalkan teknologi Magnetic Power Profile (MPP). Teknologi ini memastikan penempatan perangkat yang sempurna sehingga proses pengisian daya menjadi lebih cepat dan efisien. Qi2 25W merupakan penerus Qi2 15W, menawarkan daya maksimal 25 watt yang memungkinkan pengisian hingga 70 persen lebih cepat.
Standar baru ini diharapkan segera tersedia pada berbagai perangkat Android, berbeda dengan Qi2 15W yang banyak diadopsi Apple melalui MagSafe. Meskipun iPhone memiliki MagSafe terintegrasi, perangkat Android mungkin memerlukan casing khusus untuk pengisian Qi2 25W yang optimal. WPC sedang menguji dan mensertifikasi banyak perangkat untuk mendukung standar pengisian daya nirkabel yang lebih cepat ini.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia