
JogloNesia, JAKARTA – Kendati dibayangi oleh risiko kondisi geopolitik global sepanjang tahun, prospek obligasi korporasi hingga akhir tahun ini diprediksi akan tetap cerah dan menarik bagi investor. Pandangan optimis ini disampaikan oleh Chief Economist PEFINDO, Suhindarto, dalam forum media PEFINDO pada Selasa (8/7) lalu.
Suhindarto menjelaskan, langkah pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) sebenarnya merupakan sinyal transisi menuju fase baru dalam siklus kebijakan moneter. Lazimnya, penurunan suku bunga akan mendorong investor untuk beralih ke instrumen dengan risiko lebih tinggi, seperti saham, guna mencari potensi imbal hasil yang lebih besar. Namun, situasi global tahun ini belum sepenuhnya kondusif, mengingat adanya ketidakpastian akibat risiko geopolitik dan potensi perang dagang yang masih membayangi.
Kondisi inilah yang menyebabkan sebagian besar investor memilih untuk tetap mengalokasikan dananya pada aset yang dianggap lebih aman, dan obligasi menjadi pilihan utama. Dengan demikian, kupon obligasi korporasi diperkirakan akan tetap kompetitif, bahkan di tengah tren penurunan suku bunga yang sedang berlangsung.
Prospek obligasi korporasi ini memang masih cemerlang, seiring dengan proyeksi imbal hasil yang menarik. Suhindarto memaparkan bahwa proyeksi kupon bervariasi, tergantung pada tenor dan peringkat obligasi tersebut. Sebagai gambaran, untuk obligasi korporasi dengan peringkat AAA, kupon pada semester I-2025 tercatat sebesar 6,6% untuk tenor 1 tahun; 6,9% untuk tenor 3 tahun; dan 7,2% untuk tenor 5 tahun.
Lebih lanjut, hingga akhir tahun ini, PEFINDO memproyeksikan bahwa kupon obligasi peringkat AAA akan berada dalam kisaran 6,3%–6,6% untuk tenor 1 tahun; 6,7%–7% untuk tenor 3 tahun; serta 6,8%–7,2% untuk tenor 5 tahun. Angka-angka ini menegaskan posisi obligasi korporasi sebagai pilihan investasi yang stabil dan menjanjikan di tengah dinamika ekonomi global.
Ringkasan
Chief Economist PEFINDO, Suhindarto, memproyeksikan prospek obligasi korporasi tetap cerah dan menarik bagi investor hingga akhir tahun, meskipun di tengah risiko geopolitik global. Pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI), di tengah ketidakpastian global, mendorong investor untuk tetap mengalokasikan dana pada aset yang lebih aman seperti obligasi. Kondisi ini diperkirakan akan menjaga kupon obligasi korporasi tetap kompetitif.
Prospek cerah ini didukung proyeksi imbal hasil yang menarik dari obligasi korporasi. PEFINDO memaparkan bahwa kupon untuk obligasi peringkat AAA pada semester I-2025 tercatat sebesar 6,6% untuk tenor 1 tahun, 6,9% untuk 3 tahun, dan 7,2% untuk 5 tahun. Hingga akhir tahun ini, PEFINDO memproyeksikan kupon obligasi peringkat AAA akan berada di kisaran 6,3% hingga 7,2% tergantung pada tenor.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia