Dedi Prasetyo: Profil, Karier Cemerlang, dan Kekayaan Wakapolri Baru

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi menunjuk Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo sebagai Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri). Penunjukan ini mengisi kekosongan posisi yang telah berlangsung selama sebulan, menyusul pensiunnya Komjen Ahmad Dofiri pada awal Juli 2025.

Advertisements

Pengangkatan Komjen Dedi Prasetyo ini tertuang dalam surat telegram bernomor ST/1764/VIII/KEP./2025 yang diterbitkan pada 5 Agustus 2025. Bersamaan dengan mutasi ini, posisi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri yang sebelumnya diemban oleh Komjen Dedi Prasetyo kini diisi oleh Komjen Wahyu Widada, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, menjelaskan bahwa rotasi jabatan ini merupakan dinamika yang wajar dan rutin di tubuh institusi Polri. “Mutasi jabatan adalah proses alamiah dalam organisasi sebagai bentuk penyegaran, pengembangan karier, serta pemenuhan kebutuhan organisasi,” terang Trunoyudo pada Selasa.

Lantas, bagaimana perjalanan karier gemilang Komjen Dedi Prasetyo hingga dipercaya menduduki kursi Wakapolri? Mari simak profil lengkap dan rekam jejaknya berikut ini.

Advertisements

Perjalanan Karier Dedi Prasetyo

Komjen Dedi Prasetyo merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1990. Ia memulai jejak karier kepolisiannya sebagai Perwira Pertama (Pama) di Polda Jawa Timur. Pengalaman pertamanya yang signifikan adalah sebagai Kepala Urusan Pembinaan Operasional di Polres Lamongan pada tahun 1991, sebelum kemudian menjabat Kapolsek Deket pada 1992. Enam tahun berselang, Dedi dipercaya memimpin Kapolsek Serpong di wilayah Polresta Tangerang, sebuah penugasan yang menunjukkan kapasitas kepemimpinannya.

Sejak itu, karier Dedi Prasetyo terus menanjak, mengantarkannya pada berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Komando dan Pengendalian Operasi (Kapuskodalops) Polres Marabahan pada 1999 dan Kepala Urusan Penertiban dan Pemeliharaan Keamanan Direktorat Penegakan Disiplin dan Etika Profesi Staf Sumber Daya Manusia (Kaur Tihorkam Ditldalpers) SSDM Polri pada 2002. Dedikasinya juga terlihat saat ia menjadi Asisten Pribadi Wakapolri pada 2004, lalu menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya pada 2007.

Pada tahun 2008, Dedi Prasetyo diangkat menjadi Kapolres Kediri Kota, kemudian dipindah tugaskan menjadi Kapolres Lumajang pada 2009. Perjalanan kariernya berlanjut dengan menjabat Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Maluku Utara pada 2011, sebelum akhirnya naik pangkat menjadi Komisaris Besar dan menempati posisi Kabiro SDM Polda Jawa Tengah pada 2012.

Langkah strategis selanjutnya terjadi pada 2017 ketika Dedi mendapat promosi sebagai Brigadir Jenderal, menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Setahun kemudian, pada 2018, ia dipercaya sebagai Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, sebuah jabatan yang membuatnya semakin dikenal publik luas. Konsistensinya dalam menduduki posisi strategis di institusi kepolisian ditandai dengan rotasi pada 2019, ketika Dedi ditunjuk menjadi Kepala Biro Pembinaan Karier Staf Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (Karobinkar SSDM) Polri.

Puncak karier Dedi Prasetyo kian bersinar. Pada tahun 2020, ia mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal dan kembali ditugaskan di Kalimantan sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah. Setahun kemudian, tepatnya pada 2021, ia kembali dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri. Pada 2023, Komjen Dedi Prasetyo diangkat sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Hingga akhirnya, pada November 2024, ia meraih pangkat Komisaris Jenderal dan dipercaya mengemban tugas penting sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, sebelum akhirnya kini menduduki kursi Wakapolri.

Harta Kekayaan Dedi Prasetyo

Sebagai pejabat publik, Komjen Dedi Prasetyo juga melaporkan harta kekayaannya. Berdasarkan data dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dedi Prasetyo tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 11.172.500.000 atau Rp 11,17 miliar. Nilai ini merupakan hasil laporan terbaru yang disampaikan pada 27 Maret 2025.

Rincian harta kekayaannya menunjukkan bahwa Komjen Dedi Prasetyo memiliki lima aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp 8.650.000.000 (Rp 8,65 miliar). Properti strategis ini tersebar di berbagai wilayah seperti Kota Madiun, Tangerang Selatan, Surabaya, dan Palangkaraya, dengan luas mulai dari 242 meter persegi hingga 800 meter persegi.

Selain itu, Komjen Dedi Prasetyo juga tercatat mempunyai lima unit kendaraan senilai total Rp 977.500.000 (Rp 997 juta). Armada kendaraan pribadinya terdiri dari tiga mobil mewah, yakni Toyota Land Cruiser, Mitsubishi Pajero, serta Honda CRV, dilengkapi dengan dua unit sepeda motor, yaitu Honda Vario dan Yamaha WR. Kekayaan lainnya meliputi kas dan setara kas senilai Rp 320 juta, serta harta bergerak lainnya sebesar Rp 1.225.000.000 (Rp 1,2 miliar). Dalam laporan tersebut, Komjen Dedi Prasetyo tercatat tidak memiliki utang, sehingga total harta kekayaannya secara bersih mencapai Rp 11,17 miliar.

Ade Ridwan Yandwiputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Kredit Janggal Rumah Prajurit TNI di Masa Dudung Abdurachman

Ringkasan

Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo secara resmi ditunjuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri). Penunjukan ini mengisi kekosongan posisi setelah pensiunnya Komjen Ahmad Dofiri, sebagaimana tertuang dalam surat telegram ST/1764/VIII/KEP./2025 pada 5 Agustus 2025. Posisi Irwasum Polri yang sebelumnya diemban Dedi kini diisi oleh Komjen Wahyu Widada, menandai dinamika mutasi jabatan yang wajar di institusi Polri.

Lulusan Akpol 1990 ini memiliki perjalanan karier cemerlang, mulai dari Pama di Polda Jawa Timur hingga berbagai jabatan strategis seperti Kadiv Humas Polri, Kapolda Kalimantan Tengah, dan Asisten Kapolri Bidang SDM. Berdasarkan data LHKPN per 27 Maret 2025, Komjen Dedi Prasetyo memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 11,17 miliar. Asetnya meliputi lima bidang tanah dan bangunan senilai Rp 8,65 miliar, lima unit kendaraan, serta kas dan harta bergerak lainnya tanpa adanya utang.

Advertisements