NasDem Geram! TNI Harus Transparan Usut Penganiayaan Prada Lucky

Anggota Komisi I DPR, Amelia Anggraini, menyerukan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melakukan pengusutan tuntas dan transparan terkait dugaan penganiayaan yang menimpa Prajurit Dua (Prada) Lucky Namo oleh oknum seniornya. Dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 9 Agustus 2025, Amelia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan, insiden tragis ini tidak hanya melukai hati keluarga yang berduka, tetapi juga secara serius mencederai kehormatan dan disiplin institusi TNI itu sendiri.

Advertisements

Dari Fraksi Partai NasDem, Amelia dengan tegas menyatakan bahwa praktik kekerasan di lingkungan militer harus dihentikan secara permanen. Ia berkomitmen untuk memastikan Prada Lucky Namo menjadi korban terakhir dari insiden kekerasan semacam ini, menekankan bahwa pengabdian prajurit muda kepada bangsa seharusnya dibalas dengan perlindungan, pembinaan, dan penghormatan, bukan justru berujung pada hilangnya nyawa. Memahami kemarahan dan kehilangan yang dirasakan keluarga korban, Komisi I DPR juga mendesak Panglima TNI untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan. Proses hukum diminta berjalan cepat, tegas, dan tanpa intervensi, dengan penekanan bahwa jeritan keadilan keluarga tidak boleh diabaikan dan siapapun pelakunya tidak boleh mendapatkan perlindungan.

Tragedi yang menimpa Prada Lucky Chepril Namo ini terjadi setelah ia meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Kecamatan Aesesa, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 6 Agustus 2025. Sebelum menghembuskan napas terakhir, Prada Lucky sempat menjalani perawatan selama beberapa hari menyusul dugaan penganiayaan serius oleh seniornya di Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo. Laporan dari petugas pemulasaraan jenazah mengindikasikan adanya luka sayat, lebam, serta bekas sundutan rokok yang ditemukan pada tubuh korban. Mirisnya, diketahui bahwa Prada Lucky baru saja bergabung dengan TNI pada awal tahun 2025, menandai dimulainya pengabdiannya.

Rasa duka dan kemarahan mendalam juga disampaikan oleh ayah korban, Serma Christian Namo. Dengan emosi yang meluap, ia tidak hanya menuntut agar para pelaku penyiksaan yang menyebabkan putranya meninggal dunia dipecat dari dinas militer, tetapi juga dijatuhi hukuman mati sebagai bentuk keadilan setimpal. Tuntutan ini mencerminkan betapa parahnya dampak insiden ini terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Advertisements

Menanggapi insiden yang menyita perhatian publik ini, Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Infanteri Candra, menegaskan komitmen instansinya untuk menindak tegas personel yang terbukti terlibat dalam kasus dugaan kekerasan ini. Pada Jumat, 8 Agustus 2025, Kolonel Candra menjelaskan bahwa saat ini proses penyelidikan terhadap para personel yang diduga terlibat sedang berlangsung, ditangani langsung oleh Subdenpom. Ia menekankan bahwa meskipun institusi mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun jika terbukti bersalah, para pelaku akan ditindak tegas sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku di lingkungan militer. Hal ini diharapkan dapat memastikan akuntabilitas dan keadilan dalam kasus Prada Lucky Namo.

Ringkasan

Anggota Komisi I DPR, Amelia Anggraini dari Fraksi Partai NasDem, mendesak Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengusut tuntas dan transparan dugaan penganiayaan yang menewaskan Prajurit Dua (Prada) Lucky Namo oleh oknum seniornya. Ia menegaskan, insiden ini mencederai kehormatan institusi dan praktik kekerasan di lingkungan militer harus dihentikan permanen. Komisi I DPR juga mendesak Panglima TNI memastikan proses hukum berjalan cepat, tegas, dan tanpa intervensi.

Prada Lucky meninggal pada 6 Agustus 2025 setelah dirawat akibat dugaan penganiayaan serius di Batalyon TP 834 Wakanga Mere, dengan luka sayat, lebam, dan bekas sundutan rokok ditemukan di tubuhnya. Ayah korban menuntut pemecatan dan hukuman mati bagi para pelaku. Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Infanteri Candra, menyatakan komitmen untuk menindak tegas personel yang terbukti terlibat, dengan penyelidikan yang sedang berlangsung oleh Subdenpom.

Advertisements