HUT RI ke-80 di Istana: Gubernur Jakarta & Ketua MPR Hadir!

Suasana semarak menyelimuti halaman Istana Merdeka pada Minggu, 17 Agustus 2025, saat sejumlah pejabat tinggi negara mulai berdatangan untuk menghadiri upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Kedatangan para tamu undangan penting ini sudah terlihat sejak pukul 08.45 WIB, menandai dimulainya rangkaian acara bersejarah tersebut.

Advertisements

Pantauan langsung menunjukkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan Gubernur Jakarta Pramono Anung menjadi di antara yang pertama tiba di lokasi. Keduanya, yang terlihat serasi mengenakan baju adat, disambut antusiasme. Tidak lama berselang, sekitar pukul 09.00 WIB, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Agus Subiyanto juga tiba, disambut langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo sempat menyampaikan pandangannya mengenai makna kemerdekaan. Baginya, kemerdekaan adalah momentum di mana rakyat dan pemerintah bersatu padu, berjuang bersama demi kemakmuran bangsa. “Semua harus bersatu,” tegasnya di lokasi, menekankan pentingnya persatuan. Kemudian, sekitar pukul 09.15 WIB, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzadi turut hadir dan spontan meneriakkan “Merdeka!” sambil mengangkat tangan kanan ke atas, menyemarakkan suasana. Puncaknya, pada pukul 09.30 WIB, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani juga tiba, melengkapi daftar kehadiran para pimpinan lembaga tinggi negara.

Upacara peringatan HUT ke-80 RI ini dijadwalkan akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Momen krusial pengibaran bendera pusaka akan dilakukan oleh 76 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional 2025, yang diagendakan dimulai tepat pukul 10.00 WIB. Persiapan matang telah dilakukan untuk memastikan kelancaran dan kekhidmatan prosesi ini.

Advertisements

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya telah memastikan bahwa total 16 ribu tamu undangan akan memeriahkan upacara akbar ini. Pembagian tamu dilakukan dalam dua sesi, dengan masing-masing sesi upacara pagi dan sore akan dihadiri oleh 8.000 undangan. Untuk tamu undangan resmi, diwajibkan mengenakan pakaian adat sebagai bentuk pelestarian budaya dan keseragaman seperti tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, bagi masyarakat umum yang hadir tidak diwajibkan untuk mengenakan pakaian tertentu, memberikan keleluasaan dalam berpartisipasi.

Rangkaian perayaan HUT ke-80 RI di Istana Kepresidenan juga akan dimeriahkan oleh beragam penampil acara dari unsur masyarakat, instansi pemerintah, hingga kelompok seni. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih meriah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin merayakan.

Tidak berhenti di upacara saja, setelah prosesi inti berakhir, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi mengumumkan adanya “Pesta Rakyat” yang akan digelar di sekitar area Istana. Panggung-panggung hiburan rakyat akan didirikan sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Sudirman, Jakarta Pusat, menjadi pusat keramaian. Panggung-panggung ini direncanakan akan dimeriahkan oleh berbagai kekayaan Intelektual Properti (IP) karakter lokal yang familiar seperti Si Juki dan Jumbo, menambah daya tarik bagi pengunjung dari segala usia.

Pesta Rakyat ini akan berlangsung dalam dua sesi pada tanggal 17 Agustus 2025. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB, dilanjutkan sesi kedua dari pukul 16.00 WIB sampai 22.00 WIB. Dalam rangkaian Pesta Rakyat ini, akan diselenggarakan pula Karnaval Bersatu Kemerdekaan. Karnaval unik ini akan menampilkan berbagai truk dari kementerian dan lembaga negara, yang secara kreatif akan memamerkan capaian kerja masing-masing selama 300 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menjadi ajang bagi publik untuk melihat langsung kemajuan yang telah dicapai.

Ringkasan

Upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada Minggu, 17 Agustus 2025, dilaksanakan di halaman Istana Merdeka. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Gubernur Jakarta Pramono Anung, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, Ketua MPR Ahmad Muzadi, dan Ketua DPR Puan Maharani. Upacara dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan prosesi pengibaran bendera pusaka oleh 76 anggota Paskibraka nasional 2025 di hadapan sekitar 16 ribu tamu undangan yang diwajibkan mengenakan pakaian adat.

Selain upacara, perayaan HUT ke-80 RI juga dimeriahkan dengan “Pesta Rakyat” di sekitar Istana Kepresidenan. Pesta rakyat ini akan menampilkan panggung-panggung hiburan di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Sudirman, berlangsung dalam dua sesi dari pagi hingga malam. Rangkaian acara juga mencakup Karnaval Bersatu Kemerdekaan yang akan memamerkan capaian kerja kementerian dan lembaga selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Advertisements